Logo
>

Ruang Penurunan Masih Terbuka, IHSG Terperosok atau Bertahan?

Tekanan jual belum mereda, IHSG mendekati area krusial dengan sejumlah saham mulai menunjukkan pergerakan selektif di tengah koreksi pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Ruang Penurunan Masih Terbuka, IHSG Terperosok atau Bertahan?
Ruang koreksi masih terbuka namun sudah mulai mengecil. Tekanan beli masih ada, sehingga IHSG pada esok hari berada di persimpangan antara koreksi lanjutan atau penguatan tipis. (Foto: dok KabarBursa)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan ini, Jumat, 24 April 2026 dengan koreksi tajam. Turun 3,38 persen dan membawa indeks ke level 7.129. Ruang penurunan ini masih terbuka, meskipun mulai mengecil, namun bisa saja membuat IHSG terperosok lebih dalam atau bahkan menjadi ‘modal’ untuk bertahan di pekan depan.

Koreksi yang terjadi di akhir pekan bukan koreksi biasa. Ada fase yang menghapus ruang kenaikan sebelumnya dengan menutup area gap yang sempat terbentuk. Dalam rentang mingguan, IHSG melemai 6,61 persen. Ini memperlihatkan intensitas tekanan jual yang meningkat dan berlangsung konsisten.

Pada perdagangan Senin, 27 April 2026, MNC Sekuritas melihat dari pola gelombang pasar saat ini sedang berada di fase akhir penurunan. Dalam scenario utama, IHSG masuk ke bagian wave [v], sebuah fase yang umumnya menjadi ujung dari satu rangkaian koreksi. 

Alternatif lainnya menempatkan indeks di penghujung wave [b] dari wave B, yang juga mengarah pada kondisi serupa, yaitu ruang penurunan yang masih terbuka, meskipun semakin terbatas.

Pada kondisi tersebut, area 7.022 hingga 7.115 menjadi titik krusial yang akan diuji pada awal pekan. Levelnya bukan hanya sekadar support teknikal, tetapi juga menjadi area penentuan apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut. 

Jika tekanan masih bertahan, maka IHSG bisa saja terkoreksi hingga ke level 6.917, di mana level tersebut juga berfungsi sebagai support berikutnya. Di sisi atas, ruang pemulihan masih tertahan pada 7.313 hingga 7.484, yang kini justru berubah fungsi menjadi area distribusi jangka pendek.

Dengan struktur seperti ini, perdagangan esok hari cenderung dibuka dalam kondisi hati-hati. Pola yang terbentuk mengarah pada potensi lanjutan koreksi di awal sesi, sebelum pasar mencoba mencari keseimbangan baru.

Karakter pergerakannya kemungkinan masih didominasi oleh tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda, terutama setelah penurunan tajam dalam dua hari terakhir di pekan sebelumnya.

Belum lagi sentimen eksternal masih menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Pelemahan rupiah di atas Rp17.200 per dolar AS menunjukkan tekanan pada sisi makro yang belum sepenuhnya reda. Di saat yang sama, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah ikut mempersempit ruang likuiditas di pasar saham. Kondisi ini mendorong investor untuk melakukan penyesuaian portofolio.

Saham-saham Rekomendasi

Pergerakan saham pun menjadi lebih selektif. Meskipun demikian, beberapa saham justru mulai menunjukkan tanda-tanda masih ada permintaan. 

Saham Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), misalnya. Pada penutupan akhir pekan kemarin mencatatkan penguatan sebesar 1,90 persen dan berakhir di level ke 1.880, dengan dukungan volume yang meningkat. 

Penguatan ini mengindikasikan adanya aktivitas akumulasi, meskipun posisinya masih berada dalam fase korektif lanjutan. Di sini, area 1.775 hingga 1.865 menjadi rentang yang perlu diamati untuk potensi masuk, dengan target terdekat di 1.970 hingga 2.090.

Di sisi lain, saham Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) masih berada dalam tekanan setelah terkoreksi sebanyak 4,50 persen dan berakhir di level 530. Struktur pergerakannya menunjukkan fase koreksi lanjutan dalam wave 4, yang biasanya bersifat sementara sebelum potensi pergerakan berikutnya terbentuk. 

Untuk itu, disarankan memperhatikan rentang 482 hingga 530, dengan potensi pengujian kembali ke 595 hingga 630 apabila tekanan mulai mereda.

Saham Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menjadi salah satu saham yang mencoba melawan arus. Kenaikannya yang sangat signifikan, yaitu 5,80 persen, ke level 2.370 disertai peningkatan volume yang cukup tajam, menunjukkan adanya dorongan beli yang sangat kuat. 

Namun, posisi harga yang masih tertahan di bawah MA20 menunjukkan bahwa fase pemulihan belum sepenuhnya terkonfirmasi. Karenanya, area 1.930 hingga 2.220 menjadi rentang yang perlu diamati untuk menjaga momentum, dengan target lanjutan di 2.670 hingga 2.910.

Sementara itu, saham Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih bergerak dalam tekanan setelah koreksi sebesar 2,66 persen di akhir pekan dan membawa saham ke harga 2.930. 

Struktur gelombangnya menunjukkan fase koreksi yang belum selesai, sehingga ruang penurunan masih terbuka. Untuk itu, area 2.720 hingga 2.880 menjadi titik yang perlu diperhatikan, dengan potensi rebound ke 3.120 hingga 3.280 jika tekanan mulai mereda.

Pergerakan saham-saham ini memperlihatkan satu pola yang sama, bahwa pasar belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi, tetapi mulai muncul titik-titik di mana permintaan kembali masuk secara bertahap. Ini menjadi sinyal bahwa meskipun indeks masih tertekan, rotasi sektor dan pergerakan selektif mulai terbentuk.

Dengan kondisi tersebut, awal pekan diperkirakan akan diwarnai oleh tarik-menarik antara tekanan jual yang masih tersisa dan upaya pasar mencari titik keseimbangan. Area support IHSG menjadi kunci utama yang akan menentukan arah selanjutnya, sementara pergerakan saham individual akan lebih banyak ditentukan oleh kekuatan volume dan ketahanan di area support masing-masing.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79