Logo
>

BEI Catat 7 Perusahaan Masuk Pipeline IPO 2026, Mayoritas Beraset Besar

Pipeline merupakan daftar perusahaan yang sedang menjalani proses menuju aksi korporasi di pasar modal

Ditulis oleh Pramirvan Datu
BEI Catat 7 Perusahaan Masuk Pipeline IPO 2026, Mayoritas Beraset Besar
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia mencatat hingga 15 Januari 2026 belum terdapat perusahaan yang merealisasikan pencatatan saham di pasar modal. Meski demikian, BEI telah mengantongi 7 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham untuk periode 2026 dengan komposisi sektor yang beragam.

    Pipeline merupakan daftar perusahaan yang sedang menjalani proses menuju aksi korporasi di pasar modal, mulai dari tahap awal konsultasi, pemenuhan persyaratan administratif, hingga persiapan dokumen untuk memperoleh pernyataan efektif sebelum melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering.

    Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna, menyebut berdasarkan klasifikasi aset yang merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari total 7 perusahaan dalam pipeline IPO 2026, sebanyak 5 perusahaan memiliki aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar. Selain itu, terdapat 1 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar dan 1 perusahaan dengan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

    Dari sisi sektoral, pipeline IPO 2026 diisi oleh 2 perusahaan dari sektor financials. Sementara itu, masing-masing 1 perusahaan berasal dari sektor basic materials, energy, industrials, technology, serta transportation dan logistic. Hingga pertengahan Januari 2026, dana yang dihimpun dari pencatatan saham masih tercatat Rp0.00 triliun.

    Ia menyampaikan bahwa pipeline mencerminkan perusahaan yang sedang berada dalam proses persiapan menuju pencatatan saham di bursa. Pipeline menunjukkan perusahaan yang sedang berproses menuju pasar modal.

    Selain pipeline saham, BEI juga mencatat aktivitas penerbitan efek bersifat utang dan sukuk. “Hingga saat ini, telah diterbitkan 9 emisi dari 7 penerbit EBUS dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp5.85 triliun. Adapun sampai dengan 15 Januari 2026, terdapat 10 emisi dari 5 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

    Rincian sektor EBUS dalam pipeline tersebut terdiri dari 3 perusahaan sektor energy, 1 perusahaan sektor industrials, dan 1 perusahaan sektor infrastructures. Tidak terdapat perusahaan dari sektor lainnya dalam pipeline EBUS periode tersebut.

    Sementara itu, untuk aksi korporasi rights issue, hingga 15 Januari 2026 telah tercatat 3 perusahaan yang merealisasikan rights issue dengan total nilai Rp2.90 triliun. Selain yang telah terealisasi, masih terdapat 1 perusahaan tercatat yang berada dalam pipeline rights issue, seluruhnya berasal dari sektor properties dan real estate.

    Data pipeline ini menjadi gambaran awal aktivitas pasar modal sepanjang 2026, baik dari sisi pencatatan saham, penerbitan surat utang, maupun aksi korporasi emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.