Logo
>

Bisnis Daging dan Frozen Food Jadi Mesin Baru TGUK, Bisa Tembus Rp200,7 Miliar?

Pengembangan usaha baru dilakukan sebagai bagian dari transformasi bisnis untuk memperkuat fondasi perusahaan dalam jangka panjang.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Bisnis Daging dan Frozen Food Jadi Mesin Baru TGUK, Bisa Tembus Rp200,7 Miliar?
Bisnis Daging dan Frozen Food Jadi Mesin Baru TGUK, Bisa Tembus Rp200,7 Miliar?

KABARBURSA.COM – PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mulai menuai hasil dari strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan dalam setahun terakhir. Setelah masih membukukan kerugian bersih sebesar Rp4,48 miliar pada kuartal I 2025, perseroan kini mencatatkan penjualan sebesar Rp200,7 miliar pada kuartal I 2026.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh lini usaha perdagangan daging dan produk pangan beku (frozen food) yang mulai dikembangkan perseroan sebagai sumber pertumbuhan baru di luar bisnis makanan dan minuman yang selama ini menjadi fokus utama.

Direktur PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada, mengatakan pengembangan usaha baru dilakukan sebagai bagian dari transformasi bisnis untuk memperkuat fondasi perusahaan dalam jangka panjang.

“Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang, didukung penguatan operasional serta pengelolaan bisnis yang lebih terukur,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, sektor pangan dipilih karena memiliki permintaan yang relatif stabil serta didukung pasar yang besar. Kondisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk membangun sumber pendapatan baru melalui kegiatan perdagangan dan distribusi produk pangan dengan perputaran bisnis yang tinggi.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan TGUK pada tiga bulan pertama tahun ini berasal dari aktivitas perdagangan daging yang dijalankan melalui lini usaha baru tersebut. Perseroan menilai langkah diversifikasi diperlukan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih seimbang dan tidak bergantung pada satu segmen usaha saja.

Selain mendorong pertumbuhan pendapatan, perusahaan juga terus melakukan pembenahan internal melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, serta penerapan pengelolaan bisnis yang lebih disiplin. Manajemen menilai keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya penjualan, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga kualitas operasional dan kinerja keuangan dalam jangka panjang.

Sebagai latar belakang, perseroan masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp4,48 miliar pada kuartal I 2025. Kondisi tersebut mendorong perusahaan melakukan sejumlah langkah penataan usaha dan memperluas portofolio bisnis ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih stabil.

Memasuki kuartal II 2026, TGUK berencana melanjutkan berbagai program penguatan bisnis yang telah berjalan. Fokus perusahaan diarahkan pada optimalisasi lini usaha yang telah berkontribusi terhadap pendapatan, perluasan jaringan bisnis, serta penjajakan peluang usaha baru yang sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan.

“Kami meyakini bahwa pendekatan yang disiplin, adaptif dan berorientasi jangka panjang akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk pada awal tahun ini,” ujar Agus.

Melalui strategi diversifikasi dan penguatan operasional yang terus dijalankan, perseroan optimistis dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisinya di tengah dinamika industri. Manajemen juga berharap langkah tersebut dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Di pasar saham, pergerakan TGUK juga masih menjadi perhatian investor. Berdasarkan data perdagangan, saham TGUK berada di level Rp137 per saham dengan status suspensi. Dalam periode tiga tahun terakhir, saham perseroan tercatat menguat 24,55 persen atau naik 27 poin. Meski demikian, grafik pergerakan saham menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi dengan harga yang sempat turun hingga menyentuh level Rp50 sebelum berangsur pulih dan bergerak di atas Rp100 per saham.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".