KABARBURSA.COM - Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih bergerak dalam tekanan yang tinggi. Apalagi, pada aktivitas midday Senin, 8 Juni 2026, asing menunjukkan kecenderungan keluar dari emiten batu bara dan pertambangan tersebut.
Investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp28,51 miliar dengan volume penjualan bersih mencapai 43,90 juta saham. Angka tersebut menempatkan CUAN sebagai salah satu saham yang mengalami tekanan jual asing di tengah sesi perdagangan.
Tekanan sejalan dengan kondisi teknikal harian yang masih belum memberikan banyak alasan untuk bersikap agresif.
Harga CUAN berada di level Rp645, turun 4,44 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Ringkasan indikator teknikal bahkan masih menunjukkan status "Sangat Jual", dengan enam indikator memberikan sinyal jual dan hanya satu indikator yang memberikan sinyal beli.
Dari sisi momentum, RSI berada di level 36,15, masih berada di bawah area netral dan menunjukkan bahwa tekanan jual memang mulai mereda, tetapi belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
MACD juga masih berada di area negatif, menandakan momentum bearish masih mendominasi pergerakan saham.
Memang ada sedikit sinyal positif dari indikator Stochastic yang mulai berubah menjadi beli. Namun sinyal tersebut belum mendapat konfirmasi dari indikator lain sehingga lebih tepat dipandang sebagai potensi technical rebound jangka pendek, bukan perubahan tren secara menyeluruh.
Kondisi moving average juga belum banyak membantu. Hampir seluruh rata-rata pergerakan, mulai dari MA5, MA20, MA50 hingga MA200, masih memberikan sinyal jual. Hanya MA10 sederhana yang menunjukkan sinyal beli, sementara moving average eksponensial masih kompak mengindikasikan tren turun.
Dengan kata lain, tren utama CUAN masih bearish.
Strategi Buy Masih Perlu Pembuktian
Di tengah kondisi tersebut, muncul rekomendasi trading dengan skenario masuk di area Rp675, target harga Rp715, dan stop loss di Rp655. Strategi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa CUAN berpotensi melakukan reversal di sekitar EMA5 dan membentuk pola kenaikan jangka pendek.
Namun jika melihat kondisi perdagangan saat ini, harga justru telah turun ke Rp645, yang berarti sudah berada di bawah level stop loss yang direkomendasikan.
Hal ini menjadi sinyal bahwa skenario trading sebelumnya belum berjalan sesuai harapan dan disiplin terhadap batas kerugian menjadi sangat penting.
Dari sisi pivot point, area Rp635 menjadi support pertama yang sedang diuji pasar. Jika level ini mampu bertahan, peluang technical rebound menuju area pivot Rp700 masih terbuka.
Apabila harga berhasil menembus Rp700 dengan volume yang meningkat, target berikutnya berada di kisaran Rp740 hingga Rp765 sebagai resistance terdekat.
Sebaliknya, jika support Rp635 gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi membawa saham ini menuju area Rp595 bahkan Rp530, yang merupakan support berikutnya berdasarkan pivot klasik.
Melihat kombinasi arus dana asing dan indikator teknikal, pendekatan yang lebih bijak saat ini adalah wait and see dibandingkan melakukan pembelian agresif.
Trader jangka pendek dapat menunggu konfirmasi bahwa harga kembali berada di atas Rp675-Rp700 dengan dukungan volume yang kuat sebelum mulai melakukan akumulasi. Sementara bagi investor yang sudah memiliki posisi, disiplin terhadap stop loss tetap menjadi prioritas mengingat tren utama masih menunjukkan tekanan turun.(*)
SEO Description
SEO Keywords
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.