Logo
>

Bitcoin Dekati USD83.400, Pasar Pantau Inflasi AS dan Iran

Bitcoin menembus USD81.000 di tengah perhatian pasar terhadap data inflasi AS, tensi Iran, dan pergantian Ketua The Fed.

Ditulis oleh Syahrianto
Bitcoin Dekati USD83.400, Pasar Pantau Inflasi AS dan Iran
Ilustrasi: Koin-koin mata uang kripto (Foto: Unsplash)

KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin (BTC) naik menembus level USD81.000 sepanjang akhir pekan, di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat dan tensi geopolitik antara AS dan Iran.

Melansir BeInCrypto, secara teknikal, target berikutnya untuk Bitcoin berada di kisaran USD83.400 berdasarkan proyeksi Fibonacci retracement. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum penguatan masih terus terbentuk.

Pasar kini menanti sejumlah data ekonomi penting AS pada pekan ini. Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) akan dirilis Selasa, diikuti Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Rabu dan data penjualan ritel pada Kamis.

Selain itu, laporan bulanan OPEC juga dijadwalkan terbit pertengahan pekan. Sementara Jumat akan menjadi hari terakhir Jerome Powell menjabat sebagai Ketua Federal Reserve.

Di tengah perhatian terhadap data ekonomi tersebut, mantan Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Iran. Trump menuding Iran telah “mengulur waktu” Amerika Serikat selama 47 tahun.

Ia juga menyinggung pemerintahan mantan Presiden Barack Obama yang disebut pernah memberikan miliaran dolar kepada Teheran, termasuk USD1,7 miliar dalam bentuk uang tunai.

Trump menyebut dana tersebut menjadi “durian runtuh” bagi rezim Iran dan memberi napas finansial bagi pemerintah Teheran. Namun, Trump tidak mengumumkan sanksi baru maupun langkah militer tambahan.

Pernyataan tersebut muncul ketika reli akhir pekan Bitcoin menguji area resistensi di dekat USD81.000 sehingga meningkatkan fokus pasar terhadap risiko geopolitik di pasar kripto.

Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Bitcoin

Pelaku pasar menilai rilis data CPI pada Selasa menjadi indikator paling penting bagi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan biasanya mendukung aset berisiko seperti kripto, sementara inflasi yang lebih tinggi dapat memperkecil peluang pemangkasan suku bunga.

Selain CPI dan PPI, data penjualan ritel serta produksi industri AS pada akhir pekan juga diperkirakan dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed hanya dalam hitungan menit.

Trader kripto juga menyoroti faktor geopolitik sebagai risiko tambahan bagi pergerakan Bitcoin.

“Jangan pernah terlalu percaya reli akhir pekan Bitcoin,” tulis Trader Killa dalam unggahan media sosialnya.

Bitcoin Uji Resistance Penting

Pada perdagangan terakhir, Bitcoin berada di level USD81.269 dan masih bergerak dalam pola ascending channel yang terbentuk selama sebulan terakhir.

Harga BTC saat ini mendekati area 200-day exponential moving average (EMA) di level USD82.036 yang menjadi resistance utama.

Bitcoin sendiri telah pulih sekitar 35 persen dari titik terendah Februari di kisaran USD60.000, didukung arus masuk dana ke produk spot Bitcoin ETF.

Meski begitu, indikator momentum mulai menunjukkan sinyal campuran ketika Bitcoin tertahan di bawah garis tren jangka panjang yang sejak Januari menjadi area penolakan harga.

RSI harian Bitcoin saat ini berada di level 65,56, sementara rata-rata pergerakannya berada di 61,89. Kedua indikator tersebut masih berada di atas level netral 50 yang menunjukkan pembeli masih mengendalikan arah harga jangka pendek.

Namun, pasar juga mulai mewaspadai potensi area jenuh beli (overbought) jika RSI menembus level 70.

Secara teknikal, apabila Bitcoin berhasil menembus resistance EMA 200 hari di USD82.036, maka target berikutnya berada di level Fibonacci retracement 61,8 persen di USD83.399.

Jika momentum berlanjut dan tekanan jual mampu diserap pasar, proyeksi berikutnya mengarah ke kisaran USD86.500 dalam beberapa pekan mendatang.

Sebaliknya, area support penting Bitcoin berada di level USD78.915. Jika harga turun di bawah area tersebut, maka risiko koreksi menuju USD74.431 hingga USD68.884 kembali terbuka.

Arus dana ETF masih menjadi katalis utama pasar kripto saat ini. Pada akhir April lalu, total net inflow ETF Bitcoin spot mencapai sekitar USD2,7 miliar selama sembilan sesi perdagangan berturut-turut.

Produk ETF Bitcoin milik BlackRock, IBIT, dan Fidelity, FBTC, masih mendominasi aliran dana tersebut.

Total aset produk Bitcoin spot di Amerika Serikat kini telah melampaui USD100 miliar dan dinilai menjadi penopang utama reli Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.