Logo
>

Bitcoin Dekati Zona Kritis, Sinyal On-Chain Tunjukkan Dua Arah

Data on-chain dan teknikal menunjukkan Bitcoin berada di titik penentu arah antara potensi pemulihan atau koreksi lanjutan.

Ditulis oleh Syahrianto
Bitcoin Dekati Zona Kritis, Sinyal On-Chain Tunjukkan Dua Arah
Bitcoin berada di level krusial dengan support USD69.000 jadi penentu arah. (Foto: Unsplash)

KABARBURSA.COM – Bitcoin berada di fase krusial dengan posisi harga di antara support on-chain dan tekanan resistance. Data teknikal dan on-chain menunjukkan dua skenario utama, dengan level USD69.000 menjadi batas penting yang akan menentukan apakah pasar berlanjut ke pemulihan atau justru mengalami koreksi lebih dalam.

Seperti dilansir BeInCrypto, data terbaru menunjukkan harga spot Bitcoin berada di level USD70.925 dengan kenaikan mingguan 2,74 persen. Relative Strength Index (RSI) mingguan tercatat di 33,59, sementara koreksi dari all-time high (ATH) mencapai 43 persen.

Analisis berbasis data on-chain dari Glassnode memperlihatkan empat level cost basis utama yang menjadi acuan posisi pasar saat ini. Harga realized berada di sekitar USD54.000, yang mencerminkan rata-rata biaya seluruh koin di jaringan dan saat ini masih berada di bawah harga spot.

Sementara itu, indikator true market mean berada di level USD82.000, yang menunjukkan rata-rata biaya berdasarkan aktivitas ekonomi riil. Posisi harga Bitcoin yang berada di bawah level ini mengindikasikan sebagian besar pelaku pasar aktif masih mengalami kerugian.

Indikator lain, yakni mean investor aktif, tercatat di kisaran USD88.000. Posisi harga yang berada jauh di bawah level tersebut menunjukkan tekanan yang masih dialami investor aktif dan menjadikan area tersebut sebagai resistance.

Adapun cost basis holder jangka pendek berada di kisaran USD83.000 hingga USD84.000. Dengan harga spot saat ini, kelompok investor ini masih berada dalam posisi rugi yang belum direalisasi.

Kondisi ini menempatkan Bitcoin dalam zona stres yang secara historis sering muncul dalam fase koreksi siklus. Posisi ini berbeda dengan kondisi bear market 2022, ketika harga sempat turun di bawah realized price.

Dari sisi teknikal, grafik mingguan menunjukkan Bitcoin tengah menguji kembali level ATH siklus sebelumnya di sekitar USD69.000. Level ini sebelumnya merupakan resistance yang kini berfungsi sebagai support jangka panjang.

Indikator RSI mingguan saat ini berada sedikit di atas area oversold setelah sempat berada di bawah 30 pada Februari 2026. Sementara itu, indikator MACD pada grafik mingguan mendekati potensi bullish crossover pertama sejak Mei 2025, meski belum terkonfirmasi.

Pada grafik harian, struktur harga menunjukkan perubahan penting. Area USD73.000 hingga USD74.000 yang sebelumnya menjadi support kini telah ditembus dan berubah menjadi resistance.

Sementara itu, level support terdekat berada di kisaran USD65.000 yang merupakan titik terendah pada Februari 2026. Indikator RSI harian telah pulih ke area netral di kisaran 40 hingga 50, menunjukkan meredanya tekanan jual tanpa konfirmasi tren naik.

Indikator MACD harian telah mencatatkan crossover bullish dan bergerak sedikit di atas garis nol. Namun, histogram masih menunjukkan pergerakan terbatas yang mencerminkan fase konsolidasi.

Berdasarkan kombinasi data on-chain dan teknikal, terdapat dua skenario utama yang menjadi acuan pergerakan selanjutnya. Pada skenario bullish, harga bertahan di atas USD69.000, RSI harian menembus 60, dan harga kembali melewati resistance USD73.000–USD74.000.

Jika skenario ini terjadi, harga berpotensi mengarah ke kisaran USD80.000 hingga USD84.000. Level tersebut merupakan gabungan antara true market mean dan cost basis holder jangka pendek.

Sebaliknya, pada skenario bearish, harga menembus di bawah USD69.000 pada penutupan mingguan. Kondisi ini dapat membuka potensi penurunan menuju USD65.000 dan selanjutnya ke USD54.000 yang merupakan realized price.

Data saat ini menunjukkan kondisi pasar cenderung bearish dalam jangka pendek, namun masih berada dalam struktur yang konstruktif untuk jangka menengah hingga panjang.

Level USD69.000 menjadi titik penentu arah pergerakan berikutnya. Posisi harga di atas level tersebut membuka peluang pemulihan, sementara penembusan ke bawah dapat memperbesar tekanan penurunan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.