KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin kembali bergerak menguat dalam beberapa sesi terakhir dan mendekati area teknikal penting.
Dilansir dari BeInCrypto, pemulihan ini menempatkan BTC di sekitar zona yang kerap dikaitkan dengan potensi breakout, seiring membaiknya sentimen pasar meski kehati-hatian masih terlihat.
Penguatan yang berlangsung bertahap tersebut terjadi di tengah meningkatnya keuntungan holder jangka pendek.
Kondisi ini kerap menjadi faktor yang perlu dicermati karena dalam beberapa fase sebelumnya dapat memengaruhi kelanjutan tren kenaikan harga.
Pergerakan Holder: Ritel Keluar, Akumulasi Muncul
Bitcoin sempat melonjak ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir di kisaran USD97.500, posisi terkuat sejak awal November. Kenaikan ini terjadi ketika partisipasi investor ritel justru tercatat menurun.
Data on-chain menunjukkan jumlah holder Bitcoin berkurang dalam tiga hari terakhir, menandakan sebagian investor kecil memilih keluar dari pasar.
“terjadi penurunan bersih sebanyak -47.244 holder, yang menunjukkan bahwa para ritel mulai keluar karena FUD & ketidaksabaran,” sorot Santiment.
Pada saat bersamaan, saldo Bitcoin di exchange turun ke level terendah dalam sekitar tujuh bulan, yakni di kisaran 1,18 juta BTC. Penurunan pasokan di exchange sering dikaitkan dengan berkurangnya tekanan jual jangka pendek di pasar spot.
Fenomena ini tercatat sebagai kejadian ketiga dalam tiga bulan terakhir, ketika penurunan saldo exchange bertepatan dengan stabilisasi harga Bitcoin.
Kombinasi data tersebut menjadi bagian dari dinamika on-chain yang tengah diperhatikan pelaku pasar.
Profit Holder Jangka Pendek Meningkat
Indikator makro on-chain turut memberi konteks tambahan terhadap pergerakan harga. Market Value to Realized Value Long/Short Difference menunjukkan bahwa profitabilitas holder jangka pendek kembali melampaui holder jangka panjang.
Akumulasi yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga mendorong keuntungan holder jangka pendek ke level tertinggi sejak Januari 2023.
Secara historis, kondisi ini sering dipantau karena holder jangka pendek cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga. Hingga saat ini, belum terlihat indikasi distribusi agresif. Namun, meningkatnya keuntungan tetap menjadi faktor yang diawasi karena dapat memengaruhi dinamika permintaan dan penawaran dalam jangka pendek.
Struktur Harga dan Area Teknis
Pada saat publikasi, Bitcoin bergerak di kisaran USD 95.372 dan berada dalam pola ascending broadening wedge. Pola ini kerap dikaitkan dengan sentimen bullish apabila harga mampu menembus batas atas dan bertahan di atasnya.
Konfirmasi breakout memerlukan Bitcoin untuk kembali merebut area USD98.000 dan mempertahankannya sebagai support.
Level psikologis USD95.000 menjadi area yang terus dipantau. Jika area tersebut bertahan, upaya pengujian ulang ke zona USD98.000 tetap terbuka.
Sebaliknya, apabila momentum melemah dan tekanan jual meningkat, pergerakan harga dapat kembali menguji area support yang lebih rendah di kisaran USD93.471. (*)