KABARBURSA.COM – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) resmi mengantongi izin persetujuan prinsip dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan Bank Umum Syariah (BUS). Hal ini terkait dengan rencana CIMB Niaga untuk memisahkan unit usaha syariahnya dan mendirikannya dengan nama PT Bank CIMB Niaga Syariah.
Surat izin sendiri telah diterbitkan OJK pada 14 Januari 2026. Dengan mengantongi surat tersebut, maka Perseroan dapat melanjutkan proses spin-off UUS untuk kemudian dijadikan sebagai BUS.
Mengutip keterbukaan informasi yang disampaikan kepada OJK Kamis, 15 Januari 2026, Direktur CIMB Niaga Fransiska Oei, mengatakan Langkah pemisahan UUS merupakan pemenuhan kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 59 Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2023, tentang Unit Usaha Syariah.
Ketentuannya sendiri Sebagian telah dicabut melalui POJK Nomor 2 Tahun 2024, tentang Penerapan Tata Kelola Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.
Berdasarkan ketentuan OJK, bank umum konvensional yang melakukan pemisahan UUS diwajibkan mengajukan permohonan izin usaha BUS hasil pemisahan, paling lambat enam bulan sejak persetujuan prinsip dterbitkan.
Adapun akta pemisahan yang dibuat oleh notaris menjadi salah satu dokumen persyaratan utama dalam pengajuan izin usaha tersebut.
Tidak hanya dari OJK, BNGA juga telah mendapat restu dari para pemagang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang telah diselenggarakan pada 26 Juni lalu.
Gagal Breakout, BNGA Sedang Bangun Harga Baru
Sementara itu, dari penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2025, BNGA ditutup di level 1.810, menguat 0,84 ersen dari penutupan sebelumnya. Rentang pergerakan hari itu relatif sempit, dengan harga terendah di 1.795 dan tertinggi di 1.820.
Frekuensi transaksi tercatat lebih dari 1.000 kali, dengan total volume sekitar 55 ribu lot di sisi bid dan lebih dari 100 ribu lot di sisi offer.
Struktur antrean bid–offer juga menarik. Penumpukan bid cukup tebal terlihat di area 1.810–1.800, sementara lapisan offer mulai menebal di atas 1.820 hingga 1.850. Ini menandakan bahwa pasar mengakui area 1.800 sebagai zona yang relatif “nyaman” untuk menampung permintaan.
Tetapi pada saat yang sama, mulai muncul suplai yang siap dilepas yaitu ketika harga mendekati 1.820 ke atas.
Jika melihat grafik hariannya, setelah fase penurunan dari area atas di kisaran 1.900-an, BNGA sempat bergerak mendatar cukup panjang di area 1.650–1.720. Dari zona ini, harga perlahan membentuk pola pemulihan bertahap, bukan reli tajam.
Kenaikan menuju 1.810 tidak disertai lonjakan volume ekstrem, melainkan melalui akumulasi yang relatif stabil.
Secara teknikal, area 1.800 kini berfungsi sebagai titik keseimbangan jangka pendek. Harga sudah beberapa kali menguji zona ini dan mampu bertahan. Namun, di sisi lain, area 1.820–1.850 terlihat sebagai zona yang mulai padat oleh suplai.
Karena itu, untuk pekan depan, arah pergerakan BNGA lebih tepat dibaca sebagai fase pengujian, bukan penentuan arah final. Jika harga mampu bertahan di atas 1.800 dengan volume yang tetap stabil, maka struktur pemulihan tetap terjaga.
Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga kembali turun ke bawah 1.790–1.780, maka itu akan mengindikasikan bahwa pasar belum siap melanjutkan proses kenaikan.
Dengan kata lain, BNGA saat ini tidak sedang berada di fase breakout, tetapi fase konsolidasi naik. Kenaikan kemarin bukan sinyal euforia, melainkan sinyal bahwa pasar sedang mencoba membangun lantai harga baru.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.