Logo
>

Awas, Ratusan Miliar Duit Asing Keluar dari Saham ini

Tekanan jual investor global terfokus pada saham komoditas dengan frekuensi transaksi tinggi.

Ditulis oleh Syahrianto
Awas, Ratusan Miliar Duit Asing Keluar dari Saham ini
Arus dana asing kembali menunjukkan arah keluar dari pasar saham domestik pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Arus dana asing kembali menunjukkan arah keluar dari pasar saham domestik pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. 

    Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya lima saham berkapitalisasi besar dan menengah mengalami tekanan net foreign sell ratusan miliar rupiah dalam satu sesi, menandai meningkatnya kehati-hatian investor global di tengah volatilitas pasar.

    Berdasarkan ringkasan perdagangan reguler BEI, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menempati posisi teratas dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp276,40 miliar. Nilai transaksi BUMI pada hari itu tercatat Rp1,72 triliun, dengan volume mencapai 41,74 juta saham dan frekuensi transaksi menembus 172.990 kali. Tekanan jual asing sejalan dengan pelemahan harga saham BUMI yang ditutup turun 2,84 persen ke level 410.

    Tekanan jual asing pada BUMI terutama berasal dari CGS International Sekuritas Indonesia (YU) dengan nilai jual Rp146,3 miliar atau 3,5 juta lot pada harga rata-rata 413. 

    Aksi jual besar juga dilakukan oleh Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) senilai Rp49,1 miliar atau 1,2 juta lot di harga rata-rata 414, Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp36,1 miliar atau 875,2 ribu lot di harga rata-rata 413, JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) senilai Rp24,0 miliar atau 581,8 ribu lot di harga rata-rata 413, serta UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar Rp18,6 miliar atau 432,3 ribu lot di harga rata-rata 415.

    Tekanan asing berikutnya terjadi pada PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Saham ini mencatat net foreign sell Rp116,87 miliar dengan nilai transaksi Rp333,32 miliar dan volume 2,28 juta saham. 

    Meski demikian, harga NCKL justru mampu bertahan dan ditutup menguat 0,71 persen ke level 1.420, menunjukkan bahwa pelepasan asing masih diimbangi oleh serapan dari investor domestik.

    Secara rinci, penjualan asing pada NCKL dipimpin oleh ZP dengan nilai Rp61,4 miliar atau 420,1 ribu lot di harga rata-rata 1.457. 

    Selanjutnya, AK melepas Rp35,9 miliar atau 243,4 ribu lot di harga rata-rata 1.470, BK sebesar Rp31,1 miliar atau 215,6 ribu lot di harga rata-rata 1.443, OCBC Sekuritas Indonesia (TP) senilai Rp2,1 miliar atau 14,6 ribu lot di harga rata-rata 1.459, serta CC sebesar Rp1,5 miliar atau 11 ribu lot di harga rata-rata 1.482.

    Dari sektor emas, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut masuk dalam daftar tekanan asing. Investor global tercatat melepas saham ARCI dengan nilai bersih Rp93,70 miliar. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp366,50 miliar, dengan volume 1,92 juta saham dan frekuensi 55.280 kali. Tekanan jual tersebut mendorong harga ARCI melemah 2,56 persen ke level 1.900 pada penutupan perdagangan.

    Secara rinci, penjualan asing pada NCKL dipimpin oleh ZP dengan nilai Rp61,4 miliar atau 420,1 ribu lot di harga rata-rata 1.457. 

    Selanjutnya, AK melepas Rp35,9 miliar atau 243,4 ribu lot di harga rata-rata 1.470, BK sebesar Rp31,1 miliar atau 215,6 ribu lot di harga rata-rata 1.443, TP senilai Rp2,1 miliar atau 14,6 ribu lot di harga rata-rata 1.459, serta CC sebesar Rp1,5 miliar atau 11 ribu lot di harga rata-rata 1.482.

    Tekanan serupa juga terjadi pada saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Saham emiten tambang pelat merah ini mencatat net foreign sell Rp93,05 miliar. Nilai transaksi ANTM tercatat Rp714,12 miliar, dengan volume 1,75 juta saham dan frekuensi 47.990 kali. Di tengah aktivitas tersebut, harga ANTM ditutup turun 0,98 persen ke level 4.050.

    Dari sisi sekuritas, aksi jual asing ANTM paling besar dilakukan oleh BK senilai Rp117,5 miliar atau 288,7 ribu lot di harga rata-rata 4.072. 

    Selanjutnya diikuti AK sebesar Rp35,5 miliar atau 85,5 ribu lot di harga rata-rata 4.099, CC senilai Rp17,5 miliar atau 42,7 ribu lot di harga rata-rata 4.086, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) sebesar Rp9,0 miliar atau 21,8 ribu lot di harga rata-rata 4.098, serta TP senilai Rp397,9 juta atau 979 lot di harga rata-rata 4.064.

    Daftar tekanan asing dilengkapi oleh saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS). Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp90,77 miliar, dengan nilai transaksi Rp476,25 miliar, volume 1,21 juta saham, dan frekuensi 26.080 kali. Tekanan tersebut membuat harga TINS ditutup melemah 1,78 persen ke level 3.870.

    Tekanan jual asing pada TINS terutama berasal dari AK dengan nilai Rp40,6 miliar atau 103,4 ribu lot di harga rata-rata 3.931. 

    Aksi jual berikutnya dilakukan oleh CC sebesar Rp34,0 miliar atau 87,2 ribu lot di harga rata-rata 3.900, ZP senilai Rp13,0 miliar atau 32,5 ribu lot di harga rata-rata 3.989, BK sebesar Rp7,1 miliar atau 19,5 ribu lot di harga rata-rata 3.907, serta TP senilai Rp2,1 miliar atau 5,3 ribu lot di harga rata-rata 3.969. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.