Logo
>

Pantau, Tiga Mata Uang Kripto Incaran Institusi di 2026

Arus dana institusi global pada 2026 mulai terkonsentrasi pada aset kripto dengan fungsi cadangan, infrastruktur, dan efisiensi transaksi.

Ditulis oleh Syahrianto
Pantau, Tiga Mata Uang Kripto Incaran Institusi di 2026
Ilustrasi: Koin-koin mata uang kripto (Foto: Unsplash)

KABARBURSA.COM – Memasuki 2026, arah industri kripto global mengalami pergeseran signifikan. 

Dilansir dari BeInCrypto, laporan terbaru menunjukkan bahwa lembaga keuangan besar dunia kini menempatkan aset digital bukan lagi sebagai instrumen spekulatif, melainkan sebagai bagian strategis dalam portofolio institusional. Aliran dana institusi tercatat semakin terkonsentrasi pada tiga aset kripto utama.

Perubahan pendekatan ini mencerminkan berakhirnya fase dominasi spekulasi jangka pendek, digantikan oleh strategi berbasis fundamental yang mengacu pada fungsi dan peran masing-masing aset. 

Perhatian “smart money” kini mengarah pada tiga jaringan kripto yang dinilai memiliki posisi struktural dalam ekosistem keuangan digital global.

Bitcoin sebagai Standar Cadangan Digital

Bitcoin semakin mengukuhkan perannya sebagai aset lindung nilai digital yang dimanfaatkan institusi melalui instrumen ETF. 

Posisi ini ditegaskan oleh Michael Saylor, Chairman MicroStrategy, yang menyampaikan pandangannya melalui akun X miliknya.

“Bitcoin bukan sekadar aset; ia adalah standar cadangan digital untuk peradaban modern. Di tahun 2026, setiap entitas yang tidak memiliki eksposur pada BTC berarti mereka sedang bertaruh melawan efisiensi matematika,” ujarnya, sebagaimana dikutip.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, BlackRock disebut memandang Bitcoin sebagai aset safe haven yang dinilai mampu bertahan di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Ethereum sebagai Pusat Tokenisasi Aset Dunia Nyata

Bagi institusi yang berfokus pada pengembangan infrastruktur keuangan, Ethereum tetap menempati posisi sentral. 

Raoul Pal, CEO Global Macro Investor GMI, menjelaskan bahwa Ethereum berperan sebagai fondasi utama dalam proses digitalisasi aset global.

“Ethereum adalah ‘Global Settlement Layer’. Semua jalan menuju digitalisasi aset dunia nyata (RWA) bermuara di sini. Institusi memilih ETH karena mereka membutuhkan keamanan yang sudah teruji, bukan sekadar janji kecepatan,” jelas Pal.

Penjelasan tersebut mempertegas alasan institusi mempertahankan eksposur pada Ethereum, terutama terkait kebutuhan akan sistem yang stabil, aman, dan telah teruji dalam skala besar.

Solana sebagai Infrastruktur Transaksi Skala Besar

Di sisi lain, Solana mencuat sebagai jaringan yang banyak dilirik untuk kebutuhan skalabilitas tinggi. 

Cathie Wood, CEO ARK Invest, secara terbuka menyoroti kemampuan teknis Solana dalam memproses transaksi dalam jumlah besar.

“Jika Ethereum adalah Apple-nya blockchain, maka Solana adalah infrastruktur yang memungkinkan adopsi massal terjadi sekarang," kata Wood.

"Kecepatannya yang setara dengan internet tradisional adalah alasan mengapa kami terus menambah posisi pada SOL,” imbuh dia.

Bagi sejumlah manajer aset, Solana dipandang sebagai solusi yang relevan untuk mendukung pembayaran global serta integrasi dengan teknologi kecerdasan buatan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.