KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengembangkan layanan QRIS Cross Border melalui aplikasi BRImo hingga ke China.
Langkah ini memungkinkan nasabah BRI dapat melakukan pembayaran langsung di merchant lokal China dengan memindai kode QR di BRImo, tanpa perlu menukar uang tunai.
Ekspansi layanan QRIS BRI tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri, khususnya China yang menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dan pelaku bisnis.
Melalui fitur QRIS Cross Border BRImo, transaksi dilakukan menggunakan saldo rupiah yang secara otomatis dikonversi ke mata uang setempat secara real-time. Seluruh transaksi ini dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi BRImo.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat layanan digital lintas negara dan mendukung nasabah yang bepergian ke luar negeri.
“Kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China berpeluang meningkatkan transaksi wisatawan di luar negeri, karena kemudahan penggunaannya. Dengan sistem ini, wisatawan Indonesia bisa langsung berbelanja di merchant di China yang sudah terintegrasi QRIS. Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas akseptasi sistem pembayaran digital Indonesia di level global,” ujarnya lewat keterangan resmi, Senin 8 Juni 2026.
Lebih lanjut, BRI menilai bahwa layanan ini dapat membantu wisatawan menghemat biaya karena menawarkan nilai tukar yang kompetitif dibandingkan penukaran uang fisik.
Selain itu pengguna juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar selama berada di luar negeri.
Bank berkode saham BBRI tersebut juga memastikan, perluasan QRIS Cross Border di China merupakan dukungan terhadap upaya Bank Indonesia dalam memperkuat konektivitas sistem pembayaran antarnegara.
Langkah integrasi tersebut diharap dapat meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri dan memperluas jangkauan ekosistem pembayaran digital nasional.
Sekadar informasi, penggunaan layanan transaksi digital BRI terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga kuartal I 2026, volume transaksi QRIS BRI mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 76 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Jumlah transaksi QRIS BRI dilaporkan melonjak sebesar 86,7 persen YoY menjadi 253 miliar transaksi. Sementara volume transaksi super app BRImo, tercatat sebesar Rp2.042,2 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. (info-bks/*)