Logo
>

BRI Tebar Dividen Jumbo, DPR Tembus 92 Persen

Total dividen Rp52,1 triliun disepakati RUPST, dividen final sekitar Rp209 per saham, melanjutkan tren payout tinggi dengan CAR tetap kuat di atas 23 persen.

Ditulis oleh Yunila Wati
BRI Tebar Dividen Jumbo, DPR Tembus 92 Persen
BRI mempertahankan konsistensi kenaikan dividen di setiap tahunnya. (Foto: dok BRI)

KABARBURSA.COM – Keputusan dividen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk tahun buku 2025 kembali menempatkan saham ini dalam sorotan. Bukan hanya karena nominal yang besar, tetapi juga karena konsistensi pola distribusi yang terus terjaga dalam beberapa tahun terakhir. 

Di tengah dinamika pasar dan tekanan global, BBRI justru mempertahankan pendekatan agresif dalam membagikan laba kepada pemegang saham.

Dari hasil RUPST pada Jumat, 10 April 2026, BBRI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun dari laba bersih Rp56,65 triliun. Angka ini setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 91,96 persen. 

DPR tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 85 persen. Porsi laba yang ditahan tercatat sebesar Rp4,55 triliun menunjukkan bahwa sebagian besar keuntungan langsung dialirkan kembali ke investor.

Jika ditarik ke struktur per saham, total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp343,4 per saham. Ini terdiri dari dividen interim Rp137 yang telah dibayarkan pada Januari 2026 dan dividen final sekitar Rp206–Rp209 per saham. 

Dengan struktur ini, yield dividen final berada di kisaran 6,2 persen, sementara total yield tahunan menjadi lebih tinggi jika menggabungkan distribusi interim.

Tren Kenaikan Dividen Konsisten

Pola ini bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Dalam lima tahun terakhir, BBRI menunjukkan tren kenaikan dividen per saham yang cukup konsisten. Dari Rp174,2 pada 2021, angka tersebut meningkat menjadi Rp288,2 pada 2022. 

Kemudian Rp319 pada 2023, dan mencapai Rp343,4 pada 2024 serta kembali bertahan di level yang sama pada 2025. Kenaikan ini berjalan seiring dengan stabilitas laba dan kebijakan distribusi yang cenderung agresif.

Dari sisi rasio pembayaran, BBRI juga menjaga DPR di atas 80 persen dalam tiga tahun terakhir. Bahkan pada 2025, rasio ini mendekati 92 persen, menjadi salah satu level tertinggi dalam histori pembagian dividen bank tersebut. 

Konsistensi ini memperlihatkan bahwa kebijakan dividen telah menjadi bagian dari strategi utama dalam menjaga daya tarik saham di pasar.

CAR Besar BRI

Keberlanjutan kebijakan tersebut tidak lepas dari posisi permodalan yang masih kuat. Capital adequacy ratio (CAR) BBRI tercatat sebesar 23,52 persen pada akhir 2025, jauh di atas ketentuan minimum regulator. 

Angka ini memberikan ruang bagi bank untuk tetap membagikan dividen dalam porsi besar tanpa mengganggu kebutuhan ekspansi bisnis.

Selain itu, sejak 2022 BBRI juga mulai membentuk pola distribusi dua tahap melalui dividen interim. Skema ini membuat arus kas kepada investor tidak hanya terkonsentrasi di satu waktu, tetapi tersebar sepanjang tahun. 

Dividen interim Rp137 per saham pada Januari 2026 menjadi bagian awal dari total distribusi yang kemudian dilanjutkan dengan dividen final.

Jika disandingkan dengan kondisi pasar saat ini, kebijakan dividen BBRI membentuk satu lapisan tersendiri di tengah volatilitas harga saham dan pergerakan dana asing. Yield yang berada di kisaran menengah hingga tinggi, ditopang oleh DPR yang konsisten, menjadikan dividen sebagai salah satu komponen utama dalam struktur daya tarik saham ini.

Dalam keseluruhan rangkaian, data menunjukkan bahwa BBRI tidak hanya mempertahankan nominal dividen yang besar, tetapi juga menjaga pola distribusi yang stabil dari tahun ke tahun. Dari tren pertumbuhan dividen per saham hingga rasio pembayaran yang tetap tinggi, seluruhnya bergerak dalam satu kerangka yang konsisten sepanjang periode 2021 hingga 2025.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79