KABARBURSA.COM – Bursa saham mencatat lonjakan harga fantastis dalam sepekan terakhir. Sepuluh saham tampil sebagai pencetak keuntungan tertinggi mingguan, merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham MMIX memimpin daftar saham tersebut. Saham MMIX terbang 77,73 persen selama sepekan. Harga saham MMIX ditutup pada level Rp750 per lembar. Kapitalisasi pasar MMIX mencapai angka Rp3.600,32 miliar.
Kinerja saham MMIX sangat cemerlang pada berbagai periode. Saham ini melonjak 14,50 persen dalam satu hari. Kenaikan MMIX mencapai 137,34 persen dalam satu bulan.
Tren positif MMIX terus berlanjut tanpa henti. MMIX meroket 250,47 persen selama tiga bulan. Harga MMIX melesat 231,86 persen dalam enam bulan terakhir.
MMIX juga mencatat rekor luar biasa secara jangka panjang. Kenaikan tahun berjalan atau year to date (YTD) MMIX mencapai 234,82 persen. Saham ini terbang 752,27 persen selama satu tahun penuh.
Posisi kedua ditempati oleh saham NZIA. Saham NZIA melesat 74,24 persen dalam satu pekan. Harga NZIA bertengger di level Rp230 per lembar.
NZIA memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp505,43 miliar. Saham ini sempat turun 10,85 persen dalam satu hari. Kenaikan harga NZIA mencapai 42,86 persen dalam sebulan.
Saham NZIA mencatat penurunan 17,86 persen selama tiga bulan. Namun, saham ini kembali naik 94,92 persen dalam enam bulan. Kenaikan YTD saham NZIA menyentuh angka 103,54 persen.
NZIA memberikan keuntungan besar dalam setahun. Lonjakan harga saham ini mencapai 215,07 persen. Investor menikmati imbal hasil yang sangat memuaskan.
Saham VISI menyusul di peringkat ketiga. Saham VISI melambung 38,26 persen selama sepekan. Harga VISI berada di posisi Rp1.030 per lembar.
Kapitalisasi pasar VISI menembus angka Rp3.167,25 miliar. Harga saham ini naik 3,00 persen secara harian. VISI juga mencatat penguatan 30,38 persen dalam sebulan.
Kinerja VISI sangat kuat dalam jangka menengah. Saham ini meroket 94,34 persen dalam tiga bulan. VISI terbang 363,96 persen selama enam bulan.
Catatan tahunan VISI juga sangat fantastis. Kenaikan YTD saham VISI mencapai 444,97 persen. VISI mencatat pertumbuhan 573,20 persen selama satu tahun.
Saham MSIN menempati urutan keempat. Harga MSIN naik 31,71 persen dalam rentang tujuh hari. MSIN mengakhiri perdagangan di harga Rp540 per lembar.
MSIN memiliki kapitalisasi pasar raksasa sebesar Rp32.765,14 miliar. Harga MSIN terkoreksi 5,26 persen dalam sehari. Saham ini juga turun 33,33 persen selama sebulan.
Pergerakan MSIN mulai pulih dalam tiga bulan dengan kenaikan 0,93 persen. Harga MSIN naik 31,71 persen selama enam bulan. Kenaikan YTD MSIN tercatat sebesar 28,57 persen.
Pertumbuhan harga MSIN dalam setahun cukup moderat. Kenaikan saham ini mencapai 8,00 persen. Angka ini lebih rendah dibanding kelompok saham lainnya.
Urutan kelima menjadi milik saham NAYZ. Harga saham NAYZ naik 29,41 persen sepekan. NAYZ ditutup pada harga Rp66 per lembar saham.
Nilai kapitalisasi pasar NAYZ sebesar Rp168,30 miliar. NAYZ mencatat penguatan 6,45 persen dalam sehari. Namun, harga NAYZ turun 2,94 persen dalam sebulan.
Tren penurunan NAYZ berlanjut pada periode tiga bulan sebesar 5,71 persen. NAYZ juga melemah 8,33 persen selama enam bulan. NAYZ tetap mencatat kenaikan YTD sebesar 17,86 persen.
Kinerja satu tahun NAYZ cukup positif. Pertumbuhan harga NAYZ setahun terakhir mencapai 37,50 persen. Saham ini berhasil memberikan keuntungan tahunan bagi investor.
Saham APLI menduduki peringkat keenam. Harga APLI menguat 29,01 persen selama seminggu. Saham APLI dipatok pada harga Rp338 per lembar.
APLI memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp460,58 miliar. Harga saham ini turun 3,00 persen secara harian. APLI justru melonjak 45,69 persen dalam satu bulan.
Harga APLI terus naik 14,19 persen selama tiga bulan. Namun, saham ini turun 22,12 persen dalam rentang enam bulan. Kinerja YTD APLI juga merosot 9,63 persen.
Kinerja tahunan APLI mencatatkan hasil negatif. APLI turun tajam 32,40 persen dalam satu tahun terakhir. Angka ini menjadi catatan penting bagi pemegang saham.
Saham DSSA berada di posisi ketujuh. Harga DSSA melonjak 23,98 persen dalam satu pekan. DSSA ditutup pada level Rp610 per lembar.
DSSA memiliki kapitalisasi pasar super jumbo senilai Rp117.509,23 miliar. Harga saham ini anjlok 8,96 persen dalam sehari. DSSA juga merosot 58,92 persen selama satu bulan.
Tren negatif DSSA terlihat jelas pada data kuartalan. Harga saham ini anjlok 79,87 persen dalam tiga bulan. DSSA semakin terpuruk 85,05 persen selama enam bulan.
DSSA menanggung kerugian jangka panjang yang besar. Penurunan YTD saham ini mencapai 84,90 persen. Kinerja DSSA setahun terakhir turun tajam 73,13 persen.
Peringkat kedelapan diisi oleh saham MGLV. Saham MGLV naik 21,93 persen sepekan. Harga saham ini cukup tinggi pada angka Rp8.200 per lembar.
MGLV mencatat kapitalisasi pasar senilai Rp15.620,04 miliar. Saham ini naik tipis 0,31 persen dalam satu hari. Harga MGLV sempat turun 4,37 persen dalam sebulan.
Kinerja MGLV meledak pada periode menengah dan panjang. Saham ini melesat 108,65 persen dalam tiga bulan. MGLV terbang 409,32 persen selama enam bulan.
MGLV mencatat rekor luar biasa tahun ini. Kenaikan YTD saham ini mencapai 272,73 persen. Kenaikan tahunan MGLV paling fantastis mencapai 4.062,44 persen.
Saham DAAZ menempati urutan kesembilan. Harga DAAZ naik 21,05 persen dalam satu pekan terakhir. Saham DAAZ menetap di harga Rp1.840 per lembar.
DAAZ mengantongi kapitalisasi pasar senilai Rp3.674,48 miliar. Harga saham ini menguat 7,60 persen secara harian. DAAZ turun 21,03 persen selama satu bulan.
Harga DAAZ anjlok 51,45 persen dalam tiga bulan. Penurunan berlanjut sebesar 18,22 persen selama enam bulan. Catatan YTD saham ini turun 17,49 persen.
Tren penurunan DAAZ terlihat nyata dalam setahun. Kinerja satu tahun DAAZ merosot 56,29 persen. Para investor harus terus memantau pergerakan saham ini.
Posisi kesepuluh menjadi milik saham LUCY. Harga LUCY naik 14,71 persen selama sepekan. LUCY dibanderol dengan harga Rp1.170 per lembar.
Kapitalisasi pasar LUCY bernilai Rp1.772,29 miliar. Saham LUCY anjlok 10,00 persen dalam sehari perdagangan. Harga LUCY turun 36,59 persen selama satu bulan.
LUCY juga merosot 48,91 persen dalam tiga bulan. Namun, saham ini terbang 404,31 persen selama enam bulan. Kenaikan YTD LUCY menyentuh angka 120,75 persen.
LUCY menorehkan prestasi gemilang secara tahunan. LUCY mencatat kenaikan tahunan sebesar 1.081,82 persen. Saham ini menutup daftar sepuluh saham paling menguntungkan sepekan.(*)