KABARBURSA.COM - PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) terpantau masih berada dalam tekanan sepanjang tahun 2026. Mengutip Stockbit, Minggu, 7 Juni 2026, saham ini tercatat melemah hingga 71,15 persen secara year to date (ytd).
Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat, 5 Juni 2026, saham CUAN ditutup anjlok hingga 6,90 persen atau turun 50 poin ke level 675.
Dalam periode satu pekan terakhir, CUAN sempat mencatatkan rebound sebesar 7,14 persen meskipun belum mampu mengubah tren penurunan yang lebih panjang.
Selama satu bulan terakhir, CUAN tercatat merosot 45,56 persen. Sementara dalam periode tiga bulan, pelemahannya mencapai 48,86 persen.
Bahkan dalam enam bulan terakhir, harga saham ini telah terkoreksi hingga 74,91 persen. Meski mengalami tekanan signifikan sepanjang tahun ini, kinerja saham CUAN dalam jangka panjang masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
Dalam periode tiga tahun terakhir, saham emiten pertambangan batu bara ini membukukan kenaikan sebesar 650 persen.
Profil Petrindo Jaya Kreasi
PT Petrindo Jaya Kreasi didirikan pada tahun 2008 yang merupakan perusahaan induk berafiliasi dengan PT Barito Pacific Tbk.
Mengutip dari situs resmi perusahaan, Petrindo menjalankan operasi pertambangan batu bara dan emas melalui berbagai anak perusahaan yang berlokasi di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat.
Melalui anak perusahaannya, Petrindo berfokus pada tiga lini bisnis utama. Pertama, pertambangan, yang mencakup batubara termal, batubara metalurgi, emas, dan perak.
Kedua, jasa pertambangan, yang menyediakan layanan kontrak pertambangan terintegrasi dan jasa EPC. Ketiga, jasa infrastruktur dan layanan lainnya, yang menawarkan layanan offshore supply base dan jasa infrastruktur lainnya.
Petrindo berfokus pada produksi batu bara termal berkalori tinggi, sambil secara aktif memperluas portofolionya ke komoditas mineral penting lainnya seperti batu bara metalurgi, pasir silika, dan emas.
Batu bara
Batu bara menjadi bisnis yang dijalankan Petrindo yang kerap menghasilkan batubara termal dengan berbagai nilai kalori yang beragam. Mayoritas batu bara termal ini digunakan perusahaan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik.
Tak hanya itu, Perseroan juga memproduksi batu bara metalurgi yang merupakan bahan baku dalam membuat kokas yang digunakan oleh industri besi dan baja. B
Sebanyak enam konsesi pertambangan batu bara milik Perseroan telah memasuki tahap produksi, sedangkan 1 konsesi lainnya masih dalam tahap pengembangan.
Seluruh konsesi pertambangan batubara Perseroan berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, wilayah penghasil batubara terbesar di Indonesia.
Pertambangan
Petrindo juga bergerak di bidang pengembangan pertambangan mineral. Dalam hal ini, perusahaan fokus pada eksplorasi sumber daya berharga seperti emas, perak, tembaga, dan pasir silika.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari tujuan strategis Petrindo untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan baku penting bagi berbagai kebutuhan industri.
Semua konsesi pertambangan batu bara Perusahaan berlokasi di Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat di Indonesia.
Jasa Pertambangan
Petrindo juga menyediakan layanan kontrak pertambangan dan EPC terintegrasi melalui anak usahanya yakni PT Petrosea Tbk. Petrosea juga mendukung pengembangan sektor batubara dan mineral dengan proyek-proyek yang berlokasi di seluruh kepulauan Indonesia.
Masih mengutip situs resmi perusahaan, Petrosea membedakan layanan pertambangannya dari para pesaing dengan menawarkan solusi pertambangan untuk setiap proyek, didukung oleh Platform Digital Minerva yang memanfaatkan teknologi digital terkini untuk mendorong keunggulan operasional serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional, sekaligus menunjukkan komitmen yang mutlak terhadap keselamatan, kesehatan & lingkungan.
Infrastruktur & Layanan Lainnya
Petrindo melalui anak perusahaannya menyediakan layanan infrastruktur terpadu untuk melengkapi rantai nilai batubara dan mineral dari tambang hingga pelabuhan yang menjadi salah satu keunggulan kompetitif Perusahaan dalam industrinya.
Melalui Tamtama Perkasa, Petrindo mengoperasikan infrastruktur jalan pengangkutan batu bara dengan kapasitas angkut melebihi 3 juta ton per tahun, yang menghubungkan lokasi tambang Tamtama Perkasa dengan lokasi tambang lainnya.
Melalui Multi Tambangjaya Utama, Petrindo mengoperasikan Intermediate Stockpile (ISP) untuk mendukung transportasi, penyimpanan, dan distribusi batubara bagi pelanggan.
Pemegang Saham
Petrindo Jaya Kreasi merupakan salah satu emiten tambang yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu.
Berdasarkan data dari Stockbit dari pemegang saham per 4 Juni 2026, Prajogo Pangestu tercatat menguasai 90,35 miliar saham atau setara 80,37 persen dari total saham beredar CUAN.
Selain Prajogo, pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen hanya ditempati oleh Grange Prosperity yang menggenggam sekitar 2,22 miliar saham atau setara 1,98 persen kepemilikan. (*)