KABARBURSA.COM - PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) resmi menetapkan pembagian dividen tunai final untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp250 per saham.
Pembagian dividen tersebut resmi diputuskan usai mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan tanggal 15 April 2026.
Sekretaris Perusahaan Matahari, Susanto menyampaikan pembagian dividen berlali bagi investor yang namanya tercatat dalam Daftar pemegang saham pada 27 April 2026 hingga pukul 16.00 WIB.
"Bagi pemegang saham yang bukan merupakan pemegang rekening pada KSEI pembayaran dividen final akan dilakukan dengan cara pemindahbukuan (bank transfer)," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Kamis, 16 April 2026.
Perseroan telah menetapkan pembagian dividen, dimulai dari cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026, serta ex dividen pada 24 April 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 27 April 2026 dan ex dividen pada 28 April 2026.
Berikut Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Final LPPF:
1. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 15 April 2026
2. Pengumuman jadwal pembagian Dividen 16 April 2026
3. a. Cum dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 23 April 2026
b. Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi 24 April 2026
4. a. Cum dividen di Pasar Tunai 27 April 2026
b. Ex dividen di Pasar Tunai 28 April 2026
5. Batas akhir pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham
(recording date yang berhak atas dividen) 27 April 2026
6 Pembayaran Dividen Final 04 Mei 2026. sesuai tarif umum sebesar 20 persen.
Kinerja Keuangan 2025
Matahari membukukan laba bersih sebesar Rp725,38 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp827,65 miliar.
Penjualan dan pendapatan Matahari pada 2025 tercatat sebesar Rp5,78 triliun, atau turun dari Rp6,39 pada tahun sebelumnya. Hal ini berdampak terhadap laba bruto yang tercatat Rp3,81 triliun, menyusut dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,26 triliun.
Sementara itu, beban penjualan tercatat Rp782,66 miliar, sementara beban umum dan administrasi mencapai Rp2,00 triliun.
Dari sisi neraca, pada akhir 2025 Matahari memiliki aset di kisaran Rp5,13 triliun, sedikit menurun dibandingkan Rp5,14 triliun pada tahun sebelumnya. Aset lancar tercatat meningkat menjadi Rp1,63 triliun, sementara aset tidak lancar menurun menjadi Rp3,50 triliun.
Sedangkan, total liabilitas Matahari meningkat menjadi Rp4,86 triliun dibanding tahun 2024 sebesar Rp4,81 triliun. Di sisi ekuitas, jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp272,90 miliar, turun dari Rp325,78 miliar pada 2024. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.