KABARBURSA.COM - PT Chitose Internasional Tbk (CINT) memutuskan untuk membagikan dividen dari hasil laba bersih tahun buku 2025. Polanya tidak berubah, tetap menunjukkan konsistensi, dan tentunya terus meningkat.
Untuk tahun ini, perusahaan menetapkan dividen tunai sebesar Rp13,777 miliar atau setara Rp13,7775 per saham. Rencananya, dividen akan dibayarkan pada 25 Mei 2026. Nilai ini merepresentasikan sekitar 45,34 persen dari laba bersih 2025 yang tercatat Rp30,38 miliar.
Keputusan tersebut telah disahkan dalam RUPS pada 22 April 2026, dengan daftar pemegang saham yang berhak mengacu pada tanggal pencatatan 5 Mei 2026. Jadwal perdagangan juga telah ditetapkan, dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 30 April 2026 serta ex dividen pada 4 Mei 2026. Sementara di pasar tunai, cum dan ex dividen berlangsung pada 5 dan 6 Mei 2026.
Konsisten dari Tahun ke Tahun
Jika ditarik ke belakang, distribusi dividen CINT menunjukkan tren yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021 hingga 2022, dividen berada di level Rp1 per saham, kemudian naik menjadi Rp5 pada 2023, Rp10 pada 2024, dan mencapai Rp13,78 pada 2025.
Kenaikan bertahap ini mencerminkan perubahan kapasitas laba perusahaan yang semakin besar dalam beberapa periode terakhir.
Dari sisi rasio, dividend payout ratio berada di kisaran 45,36 persen, sementara dividend yield tercatat sekitar 4,50 persen berdasarkan harga pasar. Angka ini menempatkan dividen CINT dalam kategori moderat, dengan sebagian laba tetap ditahan untuk mendukung kebutuhan operasional dan penguatan modal.
Laba Bersih Perusahaan Rp30,38 Miliar
Kinerja keuangan menjadi dasar utama dalam kebijakan tersebut. Pada 2025, perusahaan membukukan laba bersih Rp30,38 miliar dengan saldo laba ditahan sebesar Rp21,14 miliar. Total ekuitas tercatat Rp323,18 miliar, menunjukkan struktur permodalan yang relatif solid.
Jika melihat dinamika kuartalan, kinerja CINT mengalami fluktuasi sepanjang 2025. Laba bersih tercatat Rp2 miliar pada kuartal I, kemudian turun menjadi Rp1 miliar pada kuartal II, sebelum meningkat menjadi Rp8 miliar di kuartal III dan mencapai Rp23 miliar pada kuartal IV.
Pendapatan juga menunjukkan pola yang serupa. Pada kuartal I 2025, pendapatan berada di Rp107 miliar, kemudian turun ke Rp98 miliar pada kuartal II, naik ke Rp119 miliar pada kuartal III, dan melonjak ke Rp194 miliar pada kuartal IV. Pergerakan ini mencerminkan adanya peningkatan aktivitas bisnis di paruh kedua tahun.
Dari sisi profitabilitas, rasio keuangan menunjukkan perbaikan di akhir tahun. Return on Assets (ROA) mencapai 4,74 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,08 persen pada kuartal IV 2025. Interest coverage juga meningkat ke level 18,52 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban bunga berada pada posisi yang lebih kuat.
Dengan struktur tersebut, kebijakan dividen CINT mencerminkan keseimbangan antara distribusi laba dan penguatan internal. Porsi dividen yang tidak mencapai 100 persen menunjukkan perusahaan masih mempertahankan sebagian laba untuk menjaga keberlanjutan operasional. Di sisi lain, tren kenaikan dividen dalam beberapa tahun terakhir tetap terjaga.
Pergerakan saham CINT di pasar juga menunjukkan respons yang relatif stabil. Pada perdagangan 27 April 2026, harga saham ditutup naik ke Rp220 dari Rp218 pada hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, saham ini bergerak dari Rp214 ke Rp218, mencerminkan kenaikan sekitar 1,86 persen.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.