Logo
>

Daftar 10 Saham Terlemah Sepekan, Siapa Paling Dalam?

HILL terkoreksi 27,50 persen dalam sepekan, diikuti VISI 24,44 persen dan SGRO 23,25 persen.

Ditulis oleh Syahrianto
Daftar 10 Saham Terlemah Sepekan, Siapa Paling Dalam?
Pergerakan pasar dalam sepekan terakhir memperlihatkan tekanan pada sejumlah saham. (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pergerakan pasar dalam sepekan terakhir memperlihatkan tekanan pada sejumlah saham. Dari data kinerja satu minggu, HILL mencatat koreksi paling dalam, diikuti VISI dan SGRO.

Penurunan terdalam dialami HILL yang melemah 27,50 persen ke level Rp58 per saham. Secara year to date (ytd), saham ini turun 60,81 persen. 

Dalam satu bulan koreksinya mencapai 63,52 persen, dalam tiga bulan turun 63,98 persen, dalam enam bulan melemah 71,84 persen, dan dalam satu tahun terkoreksi 86,57 persen. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp855,01 miliar.

Di posisi berikutnya, VISI terkoreksi 24,44 persen dalam sepekan dan berada di harga Rp680. Meski tertekan mingguan, secara ytd saham ini masih menguat 259,79 persen. 

Dalam satu bulan naik 47,19 persen, tiga bulan melonjak 220,75 persen, enam bulan tumbuh 407,46 persen, dan satu tahun menguat 317,18 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp2,09 triliun.

Tekanan juga terlihat pada SGRO yang turun 23,25 persen ke Rp6.025. Sejak awal tahun saham ini melemah 20,46 persen. Dalam satu bulan terkoreksi 21,75 persen dan dalam tiga bulan turun 18,03 persen, sementara dalam enam bulan masih naik 33,89 persen dan dalam satu tahun menguat 181,54 persen. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp10,96 triliun.

GRPM mencatat penurunan 21,46 persen dalam sepekan ke level Rp344. Secara ytd, saham ini justru menguat 309,52 persen. Dalam satu bulan naik 156,72 persen, dalam tiga bulan 463,93 persen, dalam enam bulan 549,06 persen, dan dalam satu tahun 346,75 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp532,23 miliar.

Koreksi 20,00 persen dialami HRME yang turun ke Rp44 per saham. Sejak awal tahun saham ini melemah 20,00 persen. Dalam satu bulan turun 25,42 persen, dalam tiga bulan naik 10,00 persen, dalam enam bulan bertambah 12,82 persen, dan dalam satu tahun naik 33,33 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp262,19 miliar.

Penurunan dengan persentase yang sama juga terjadi pada BMBL yang melemah 20,00 persen ke Rp48. Secara ytd saham ini turun 11,11 persen. 

Dalam satu bulan terkoreksi 28,36 persen dan dalam tiga bulan turun 20,00 persen, sementara dalam enam bulan naik 60,00 persen dan dalam satu tahun menguat 182,35 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp49,44 miliar.

KPIG berada dalam daftar setelah terkoreksi 18,59 persen ke level Rp127. Sejak awal tahun saham ini turun 14,19 persen. Dalam satu bulan melemah 55,28 persen, dalam tiga bulan turun 9,29 persen, dalam enam bulan terkoreksi 34,20 persen, dan dalam satu tahun turun 10,56 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp12,68 triliun.

Tekanan mingguan 15,77 persen tercatat pada LINK yang turun ke Rp2.350. Secara ytd saham ini melemah 42,26 persen. Dalam satu bulan turun 31,09 persen, dalam tiga bulan terkoreksi 19,52 persen, dalam enam bulan turun 16,37 persen, sementara dalam satu tahun masih naik 5,86 persen. Kapitalisasi pasar LINK mencapai Rp6,73 triliun.

BAIK mencatat penurunan 14,17 persen dalam sepekan ke Rp442. Kendati turun mingguan, secara ytd saham ini masih naik 234,85 persen. Dalam satu bulan bertambah 67,42 persen, dalam tiga bulan naik 333,33 persen, dalam enam bulan tumbuh 268,33 persen, dan dalam satu tahun melonjak 612,90 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp498,35 miliar.

Daftar ini ditutup oleh ENZO yang melemah 13,54 persen ke Rp83. Sejak awal tahun saham ini masih naik 88,64 persen. Dalam satu bulan turun 3,49 persen, dalam tiga bulan naik 112,82 persen, dalam enam bulan bertambah 118,42 persen, dan dalam satu tahun menguat 151,52 persen. Kapitalisasi pasarnya Rp179,49 miliar. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.