KABARBURSA.COM - Direktur Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS), Catur Dermawan terpantau menambah kepemilikan saham PGAS.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Catur melaporkan telah melakukan pembelian saham PGAS sebanyak 19 ribu saham. Transaksi tersebut membuat total kepemilikan sahamnya meningkat dari sebelumnya 1.000 menjadi 20 ribu saham.
Berdasarkan rincian laporan, pembelian saham dilakukan melalui empat transaksi terpisah pada 11 Maret 2026 dengan tujuan investasi. Seluruh transaksi tercatat sebagai kepemilikan tidak langsung.
Pada transaksi pertama, Catur membeli 5 ribu saham PGAS dengan harga Rp1.960 per saham. Transaksi kedua juga mencatat pembelian 5 ribu saham dengan harga Rp1.980 per saham.
Selanjutnya, pembelian ketiga dilakukan sebanyak 4 ribu saham dengan harga Rp1.975 per saham. Sementara pada transaksi keempat, ia kembali membeli 5 ribu saham dengan harga Rp1.950 per saham.
Setelah transaksi dilakukan, total kepemilikan saham Catur Dermawan di PGAS tercatat menjadi 20 ribu saham dengan porsi hak suara yang tetap berada di bawah 1 persen dari total saham beredar.
PGN PGAS Bidik Volume Niaga Gas 877 BBTUD
menargetkan penyaluran gas bumi ke berbagai segmen pelanggan sekitar 877 BBTUD atau tumbuh sebesar 4 persen pada tahun 2026 guna menjalankan proyek-proyek strategis gas bumi.
Hal ini didorong oleh optimisme terhadap pertumbuhan demand dari beberapa kawasan industri dan pelanggan baru, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah. PGN juga akan melengkapi layanan gas bumi dengan penyaluran LNG. Optimisme ini yang mendorong PGN untuk memperkuat operasional sebagai pondasi utama.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan fokus PGN di tahun 2026 adalah penguatan operasional sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keandalan layanan kepada pelanggan.
"PGN juga memiliki harapan besar untuk menyambungkan gas bumi menuju masyarakat di berbagai sektor masyarakat dan pusat-pusat ekonomi," ujar dia dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret 2026.
Proyek strategis PGN utamanya yaitu akselerasi sejumlah inisiatif untuk memperkuat infrastruktur transmisi, distribusi dan regasifikasi. Arah pengembangan ini mencakup perluasan jangkauan layanan melalui customer attachment yang menyasar sektor komersial dan industri di berbagai skala usaha.
PGN juga tengah menyelesaikan proyek infrastruktur seperti Pipa Cikampek - Plumpang, rencana penambahan jalur Pipa Distribusi Sei Mangkei serta pengembangan fasilitas penyimpnanan dan regasifikasi LNG.
Kemudian dalam upaya memperluas akses energi ke rumah tangga, PGN mengakselerasi jaringan gas rumah tangga (jargas) di Sumatera dan Jawa. Langkah ini dibarengi dengan inovasi infrastruktur midstream melalui moda beyond pipeline yaitu CNG cylinder, LNG Hub retail, trucking dan Vertical Gas Liquid (VGL) tank.
Melengkapi inovasi tersebut, PGN menguatkan infrastruktur LNG melalui optimalisasi fasilitas Hub & Storage Arun yang kini telah dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang prima dan ekspansi pengembangan fasilitas LNG ke wilayah Indonesia timur untuk sektor kelistrikan.
“Dalam pelaksanaan pengembangan proyek strategis di tahun 2026, PGN terus berupaya optimal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat maupun perusahaan,” tutup Fajriyah. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.