Logo
>

Emiten Koleksi Lo Kheng Hong ini Raup Cuan USD70 Juta di 2025

Pendapatan dan kontribusi laba asosiasi turun seiring penyesuaian kinerja di berbagai lini bisnis terintegrasi.

Ditulis oleh Syahrianto
Emiten Koleksi Lo Kheng Hong ini Raup Cuan USD70 Juta di 2025
PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,48 juta pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. ABMM)

KABARBURSA.COM – PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat laba bersih sebesar USD70,48 juta pada tahun buku 2025. Kinerja ini lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai USD139,34 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, Lo Kheng Hong tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu di ABMM dengan kepemilikan sekitar 5,62 persen. 

Pendapatan emiten koleksi Lo Kheng Hong ini sepanjang 2025 tercatat sebesar USD1,03 miliar, turun dari USD1,20 miliar pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan kontraksi pada beberapa lini bisnis utama dalam portofolio terintegrasi perusahaan.

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar USD934,49 juta, turun dari USD1,06 miliar pada tahun sebelumnya. Laba kotor tercatat USD103,67 juta, lebih rendah dibandingkan USD131,19 juta pada 2024.

Dari sisi operasional, laba usaha tercatat USD63,35 juta, turun dari USD107,85 juta. Beban umum dan administrasi mencapai USD58,37 juta, sementara beban penjualan dan distribusi tercatat USD2,18 juta.

Pendapatan lain-lain bersih tercatat sebesar USD20,23 juta. Sementara itu, kontribusi dari entitas asosiasi mencapai USD84,67 juta, turun dari USD151,37 juta pada tahun sebelumnya.

Pendapatan emiten pilihan Warren Buffet-nya Indonesia ini tercatat USD4,38 juta, sedangkan biaya keuangan mencapai USD76,55 juta. Laba sebelum pajak tercatat USD74,93 juta, turun dari USD153,74 juta pada 2024.

Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar USD4,44 juta, laba bersih tahun berjalan tercatat USD70,48 juta. Total penghasilan komprehensif tercatat USD58,16 juta.

Dari sisi struktur pendapatan, segmen mining contractor dan tambang batu bara menjadi kontributor terbesar dengan nilai USD755,01 juta. Segmen logistik dan sewa kapal menyumbang USD136,30 juta, diikuti perdagangan bahan bakar sebesar USD66,19 juta.

Segmen lain mencakup site services dan remanufacturing sebesar USD48,05 juta, manufaktur USD31,72 juta, serta sewa mesin pembangkit listrik sebesar USD864 ribu.

Berdasarkan komposisi pelanggan, pendapatan dari pihak berelasi tercatat USD613,99 juta, sementara dari pihak ketiga sebesar USD424,17 juta.

Dari sisi neraca, total aset ABMM tercatat sebesar USD2,05 miliar. Total liabilitas mencapai USD1,17 miliar, sedangkan total ekuitas tercatat USD880,42 juta.

Belanja modal sepanjang 2025 tercatat USD195,56 juta, lebih rendah dibandingkan USD293,21 juta pada 2024. Beban depresiasi dan amortisasi tercatat sebesar USD211,56 juta.

Perusahaan juga mencatat pendapatan sebesar USD4,56 juta yang berasal dari liabilitas kontrak pada tahun berjalan. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.