Logo
>

GOTO Jadi Magnet Asing, DEWA Masuk Radar Akumulasi

Asing agresif akumulasi GOTO, DEWA, dan REAL, sementara BKSL, DOOH, dan HUMI justru dibuang besar-besaran, menciptakan polarisasi tajam di pasar pada sesi I.

Ditulis oleh Yunila Wati
GOTO Jadi Magnet Asing, DEWA Masuk Radar Akumulasi
Saham GOTO banyak diserok asing pada perdagangan sesi I Senin, 8 Desember 2025. Foto: Dok GOTO.

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Sepanjang perdagangan sesi pertama, Senin, 8 Desember 2025, sejumlah emiten menjadi fokus beli dan jual investor asing. Arus transaksi asing menunjukkan polarisasi yang sangat tegas. 

Data PT Mandiri Sekuritas memperlihatkan bahwa investor asing memborong saham-saham tertentu dalam jumlah besar. Namun di saat yang sama, mereka melepas beberapa saham lain dengan tekanan jual yang ekstrem. 

Di kelompok saham yang paling banyak dibeli asing, GOTO menjadi magnet utama dengan net buy mencengangkan, mencapai 682,6 juta saham. Angka ini bukan sekadar besar, tetapi mengindikasikan adanya reposisi strategis yang dilakukan investor institusi. 

Total pembelian asing mencapai Rp4,14 triliun, jauh melampaui penjualan GOTO. Di sini, saham tengah diposisikan sebagai kandidat pergerakan lanjutan setelah periode konsolidasi. Ada narasi pemulihan ekosistem digital dan perbaikan keseimbangan kas perusahaan yang menjadi daya tarik bagi portofolio asing.

Saham DEWA juga masuk radar akumulasi dengan net buy, yaitu sebesar 151,7 juta saham. Sementara REAL diborong sebesar 79,4 juta saham. Untuk DEWA, lonjakan pembelian mencapai Rp266,7 miliar. Nampak bahwa minat asing sedang berada di emiten energi berbiaya rendah yang kinerjanya terangkat oleh perbaikan harga komoditas. 

REAL juga menunjukkan dinamika serupa. Investor asing tampak sedang mengantisipasi katalis korporasi yang dapat mendorong valuasi ke fase berikutnya.

BKSL Banyak Dibuang Asing

Namun gambaran berbeda terlihat pada sisi tekanan jual. BKSL menjadi saham yang paling keras dilepas asing dengan net sell mencapai 220,5 juta saham. Tekanan asing pada BKSL bukan sekadar besar, tetapi mencerminkan ketidakpastian terhadap arah strategis perusahaan dan kemampuan eksekusi proyek-proyek propertinya. 

Penjualan saham BKSL mencapai Rp359 miliar, sementara pembeliannya hanya menyentuh Rp138 miliar. Distribusi ini tidak bisa dianggap ringan oleh pasar.

DOOH juga mengalami tekanan signifikan dengan net sell sebanyak 95,8 juta saham. Disusul oleh HUMI yang dilepas asing sebanyak 57,2 juta saham. Untuk DOOH, selisih antara penjualan dan pembelian asing tampak mencolok, yaitu Rp172,1 miliar berbanding Rp76,2 miliar.

Di sini, investor global masih berhati-hati terhadap sektor periklanan digital yang volatilitasnya tinggi. HUMI pun demikian, di mana profit-taking asing terus menekan ruang gerak harga meski sebelumnya sempat mencatat penguatan teknikal.

Pola divergensi ini memperlihatkan bahwa investor asing tidak bergerak seragam di seluruh sektor, tetapi sangat selektif. Mereka meningkatkan eksposur pada saham digital skala besar seperti GOTO, serta emiten energi dan industri tertentu yang menawarkan risk-reward menarik. 

Di sisi lain, mereka melakukan rotasi keluar dari saham-saham yang dinilai memiliki ketidakpastian fundamental lebih besar atau valuasi yang mulai tidak lagi menarik setelah reli singkat.

Arus modal asing hari ini menjadi sinyal kuat mengenai pergantian strategi di awal pekan: akumulasi agresif di saham-saham dengan prospek pertumbuhan berkelanjutan, dan distribusi tegas di saham yang dinilai tidak lagi memenuhi kriteria risiko investor global. Bagi pasar domestik, pergerakan ini akan menjadi penentu arah volatilitas pada sesi berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79