Logo
>

Grab Bersiap Kuasai SUPA, Dana Asing Masuk Rp26,18 Miliar

SUPA bergerak stabil di tengah rencana Grab menjadi pengendali baru Superbank. Dalam sepekan terakhir, dana asing tercatat masuk Rp26,18 miliar dengan antrean bid mulai menebal di area bawah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Grab Bersiap Kuasai SUPA, Dana Asing Masuk Rp26,18 Miliar
Di sisi lain, tekanan jual terhadap SUPA juga belum hilang sepenuhnya. Antrean offer terbesar muncul di level Rp895 sebanyak 28.030 lot. (Foto: dok SUPA)

KABARBURSA.COM – Ada aksi menarik di saham PT Super Bank Indonesia Tbk atau SUPA. Grab bersiap memperkuat kendali di perusahaan bank digital tersebut. Sentimen perubahan struktur pengendalian ini ikut disambut masuknya dana asing secara bertahap dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026, saham SUPA menguat 10 poin atau 1,19 persen ke level Rp850. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp870 sebelum bergerak stabil di area rata rata Rp853.

Nilai transaksi sepanjang sesi berjalan tercatat sebesar Rp11,23 miliar dengan volume perdagangan mencapai 131,66 ribu lot dan frekuensi transaksi 2,23 ribu kali. 

Pergerakan saham terlihat relatif tenang dibanding sejumlah saham bank digital lain yang biasanya bergerak sangat volatil ketika menerima sentimen korporasi besar. Meski begitu, struktur antrean bid dan offer mulai memperlihatkan perubahan menarik.

Bid Tebal Jaga Area Rp820-Rp840

Data orderbook menunjukkan buyer mulai aktif menjaga area bawah saham SUPA. Antrean beli terbesar terlihat di level Rp820 sebanyak 16.966 lot.

Bid tebal juga muncul di level Rp830 sebanyak 13.287 lot dan Rp840 sebesar 10.842 lot. Kondisi tersebut memberi gambaran bahwa pasar mulai membentuk area support jangka pendek di rentang Rp820 sampai Rp840.

Di sisi lain, tekanan jual juga belum hilang sepenuhnya. Antrean offer terbesar muncul di level Rp895 sebanyak 28.030 lot.

Offer cukup besar juga terlihat di level Rp900 sebanyak 14.566 lot dan Rp890 sebesar 13.991 lot. Struktur seperti ini menunjukkan sebagian trader masih memanfaatkan penguatan harga untuk melakukan distribusi bertahap.

Grab jadi Pengendali Baru 

Perubahan arah saham SUPA mulai terjadi setelah Superbank mengumumkan rencana konsolidasi keuangan oleh Grab melalui GXS Bank. Dalam dokumen resmi perusahaan disebutkan, Grab akan meningkatkan kepemilikan langsung dan tidak langsung menjadi lebih dari 50 persen.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments kepada GXS Bank, bank digital asal Singapura yang dimiliki konsorsium Grab dan Singtel.

Jika transaksi selesai, laporan keuangan Superbank nantinya akan mulai terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab. Pasar membaca langkah tersebut sebagai sinyal bahwa Grab tidak lagi hanya menjadi investor strategis, tetapi mulai mengambil posisi dominan dalam pengembangan bisnis Superbank.

Grab sendiri sebenarnya sudah masuk ke Superbank sejak 2022. Namun peningkatan kepemilikan di atas 50 persen memberi makna berbeda bagi pasar karena menunjukkan komitmen jangka panjang yang jauh lebih kuat.

Pelaku pasar mulai melihat SUPA sebagai bagian dari ekosistem teknologi regional yang lebih besar. Integrasi dengan layanan Grab, OVO, pembayaran digital, dan pinjaman berbasis aplikasi dinilai membuka ruang ekspansi yang luas bagi pertumbuhan bisnis bank digital tersebut.

Asing Masuk Rp26,18 Miliar dalam Sepekan

Perubahan persepsi pasar terhadap SUPA terlihat cukup jelas dari pola transaksi asing. Dalam lima hari perdagangan terakhir, investor asing tercatat konsisten melakukan pembelian bersih.

Pada 18 Mei 2026, net foreign buy mencapai Rp10,71 miliar ketika saham ditutup di level Rp850. Nilai pembelian asing mencapai Rp12,88 miliar sementara penjualan tercatat Rp2,18 miliar.

Akumulasi asing berlanjut pada 19 Mei 2026 dengan net buy Rp3,78 miliar. Saham bergerak stabil di level Rp850 pada perdagangan tersebut.

Pada 20 Mei 2026, asing kembali masuk Rp2,59 miliar ketika saham naik ke level Rp865. Sehari kemudian, saat SUPA terkoreksi 2,31 persen ke level Rp845, investor asing masih mencatat net buy Rp1,32 miliar.

Puncak pembelian asing kembali terlihat pada 22 Mei 2026. Saat saham ditutup di level Rp840, asing mencatat net foreign buy Rp7,78 miliar.

Jika dijumlahkan, total dana asing yang masuk ke SUPA sepanjang 18 sampai 22 Mei 2026 mencapai Rp26,18 miliar. Kondisi itu cukup menarik karena harga saham belum bergerak terlalu agresif meski asing terus masuk. 

Kinerja Superbank Menopang Sentimen

Masuknya Grab sebagai calon pengendali baru tidak menjadi satu satunya faktor yang menggerakkan saham SUPA. Pasar juga mulai merespons pertumbuhan bisnis Superbank yang cukup agresif sepanjang awal 2026.

Per April 2026, Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar atau melonjak 1.528,8 persen secara tahunan.

Total aset meningkat 71,5 persen menjadi Rp24 triliun. Penyaluran kredit tumbuh 55,4 persen menjadi Rp12,2 triliun.

Dana pihak ketiga atau DPK naik 98,4 persen menjadi Rp15,1 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih atau NII meningkat 84,5 persen menjadi Rp671 miliar.

Pasar mulai melihat pertumbuhan tersebut sebagai tanda bahwa strategi berbasis ekosistem digital mulai menghasilkan efek nyata terhadap ekspansi bisnis perusahaan.

Integrasi layanan pinjaman PAS dengan ekosistem Grab dan OVO juga menjadi perhatian investor. Pengguna kini dapat mengakses layanan pinjaman langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.

Model bisnis seperti itu membuat SUPA mulai diposisikan sebagai bank digital berbasis ekosistem, bukan sekadar bank konvensional yang memiliki aplikasi digital.

Saham Bergerak Hati-hati

Meski sentimen perusahaan cukup positif dan asing terus masuk, pergerakan saham SUPA sejauh ini masih relatif tertahan. Dalam lima hari terakhir, saham hanya bergerak di rentang Rp840 sampai Rp865.

Kondisi tersebut memperlihatkan pasar masih berhati hati membaca dampak jangka panjang perubahan struktur kepemilikan. Sebagian investor tampaknya masih menunggu bagaimana arah integrasi bisnis setelah Grab resmi menjadi pengendali.

Area Rp840 kini menjadi support jangka pendek yang cukup penting. Selama saham mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan menuju Rp870 sampai Rp900 masih terbuka.

Namun jika tekanan jual di area offer atas terus membesar, saham kemungkinan kembali bergerak konsolidatif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79