KABARBURSA.COM – Setelah Minggu, 12 April 2026 harga emas Antam turun Rp29.000 per gram, hari ini, 13 April 2026, kembali terjun bebas. Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga logam Antam justru terkoreksi cukup dalam, turun Rp1.200 menjadi Rp47.050 per gram berdasarkan data resmi Logam Mulia.
Penurunan ini langsung memutus tren penguatan jangka sangat pendek yang terbentuk pada akhir pekan lalu. Pada Jumat, 10 April 2026, harga perak naik Rp600 ke Rp47.650 per gram. Lalu, berlanjut menguat pada Sabtu, 11 April 2026 sebesar Rp600 ke level Rp48.250 per gram.
Artinya, dalam dua hari, harga sempat naik total Rp1.200 sebelum akhirnya terkoreksi dengan besaran yang sama dalam satu hari perdagangan.
Jika ditarik dalam rentang tiga hari terakhir, pergerakan harga perak Antam menunjukkan pola fluktuasi yang relatif cepat dengan rentang pergerakan Rp1.200. Level tertinggi jangka pendek tercatat di Rp48.250 per gram, sementara posisi terbaru kembali turun ke Rp47.050 per gram, atau lebih rendah Rp600 dibanding posisi Jumat.
Ini menunjukkan bahwa kenaikan sebelumnya belum membentuk pijakan harga yang kuat dan masih rentan terhadap tekanan koreksi.
Struktur harga juga tercermin pada produk berbasis berat yang lebih besar. Untuk perak murni 250 gram, harga dasar dipatok Rp12.162.500, dengan harga setelah PPN 11 persen mencapai Rp13.500.375.
Sementara itu, untuk ukuran 500 gram, harga dasar berada di Rp23.525.000 dan menjadi Rp26.112.750 setelah pajak. Perbedaan ini mencerminkan konsistensi harga per gram yang masih berada di kisaran Rp47 ribuan, mengikuti harga spot harian.
Pada lini produk Heritage, harga perak juga bergerak dalam kisaran yang sejalan. Untuk ukuran 31,1 gram, harga tercatat Rp2.011.053 atau sekitar Rp64.600 per gram sebelum pajak, sementara untuk ukuran 186,6 gram berada di Rp10.944.826 atau sekitar Rp58.600 per gram.
Selisih harga per gram ini menunjukkan adanya komponen tambahan di luar nilai logam, seperti desain, kemasan, dan positioning produk.
Jika dibandingkan antar varian, harga perak batangan murni tetap menjadi acuan terendah dalam struktur harga, sedangkan produk Heritage memiliki premium yang cukup signifikan. Hal ini membuat pergerakan harga dasar tetap menjadi indikator utama untuk membaca arah pasar perak Antam secara keseluruhan.
Koreksi pada hari ini menjadi sinyal bahwa pergerakan harga masih berada dalam fase penyesuaian jangka pendek. Kenaikan yang terjadi dalam dua hari sebelumnya belum diikuti dengan stabilisasi harga, sehingga pergerakan masih cenderung responsif terhadap dinamika harian.
Dalam konteks ini, level Rp47.000 per gram kembali menjadi titik referensi terbaru setelah sempat menyentuh area Rp48.000.
Perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat ini sekaligus memberikan gambaran bahwa volatilitas pada logam mulia, termasuk perak, masih cukup terasa. Dengan rentang kenaikan dan penurunan yang simetris dalam tiga hari terakhir, arah harga saat ini masih bergerak dalam pola yang belum membentuk tren lanjutan yang lebih panjang.
Emas Diprediksi Sentuh Harga USD4.358 per Troy Ounce
Seperti diberitakan KabarBursa.com sebelumnya, harga emas global dan logam mulia berpeluang menurun dikarenakan adanya pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pengamat ekonomi, mata uang & komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pada perdagangan Sabtu, 11 April 2026, harga emas dunia ditutup di level USD4.749 per troy ounce, kemudian logam mulia berada di harga Rp2.860.000 per gram.
Dalam skenario koreksi, Ibrahim melihat level support terdekat emas dunia pada pekan depan berada di USD4.638 per troy ounce. Sejalan dengan itu, logam mulia juga berpotensi menurun.
"Logam mulianya di level Rp2.840.000 Rupiah per gram, Kemungkinan ada penurunan Rp20.000," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 12 April 2026.
Jika tekanan berlanjut, Ibrahim memprediksi harga emas dunia bisa menyentuh hingga level USD4.358 per troy ounce. Sedangkan logam mulia berpeluang turun ke harga Rp2.780.000 per gram.
Namun demikian, peluang penguatan tetap ada. Ibrahim menyampaikan, pada skenario kenaikan, level resistance pertama emas dunia berada di USD4.897 per troy ounce.
"Kemungkinan besar akan ada kenaikan USD20.000," terangnya.
Jika mampu menembus level tersebut, harga emas global diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan hingga menembus level USD5.000 atau tepatnya USD5.138 per troy ounce.
Kenaikan tersebut juga diperkirakan akan mendorong harga logam mulia naik ke Rp2.880.000 per gram. Bahkan berpotensi mencapai Rp3.100.000 per gram pada pekan depan.
Dari sisi fundamental, Ibrahim menyoroti adanya potensi pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
"Perundingan tersebut akan menghasilkan jeda waktu perang selama dua minggu dan kemungkinan besar bisa dipermanenkan," tuturnya.
Jika skenario tersebut berjalan, dampaknya dinilai signifikan terhadap pasar komoditas global. Menurut Ibrabim, penurunan tensi geopolitik bisa menekan harga minyak dunia yang berimbas ke penurunan inflasi global.
"Turunnya harga inflasi, berarti Bank Central Amerika kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga," pungkas dia. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.