KABARBURSA.COM – Investor asing mencatat aksi jual besar-besaran di pasar saham Indonesia pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Nilai net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp8,36 triliun, sementara secara all market mencapai Rp8,52 triliun.
Arus keluar dana asing tersebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang tahun ini dan terjadi bertepatan dengan momentum rebalancing indeks MSCI.
Di tengah tekanan jual asing tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 2,81 poin atau 0,05 persen ke level 6.127,38. Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak di area tertinggi 6.230,50 sebelum akhirnya turun tajam mendekati penutupan sesi.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi pasar reguler mencapai Rp46,48 triliun dengan volume perdagangan 422,65 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 2,37 juta kali.
Dari sisi investor asing, total nilai beli tercatat sekitar Rp26,58 triliun. Namun nilai jual asing jauh lebih besar, yakni mencapai Rp34,94 triliun di pasar reguler.
Tekanan jual tersebut membuat net foreign sell harian menembus Rp8,36 triliun. Sementara di seluruh pasar atau all market, investor asing mencatat pembelian Rp29,66 triliun dan penjualan Rp38,18 triliun sehingga menghasilkan net sell Rp8,52 triliun.
Data Bursa juga menunjukkan dominasi asing dalam aktivitas nilai transaksi harian. Porsi transaksi asing mencapai 66,18 persen dari total nilai perdagangan reguler, sedangkan investor domestik hanya sekitar 33,82 persen.
Dari sisi volume saham, investor domestik masih mendominasi dengan porsi sekitar 55,88 persen. Sementara kontribusi volume asing berada di kisaran 44,12 persen.
Pada frekuensi transaksi, investor domestik juga jauh lebih aktif. Porsi frekuensi transaksi domestik mencapai 73,24 persen dibandingkan investor asing sebesar 26,76 persen.
Tekanan jual asing pada perdagangan 29 Mei terjadi ketika pasar memasuki periode penyesuaian portofolio global atau MSCI rebalancing. Momentum tersebut kerap memicu perubahan komposisi kepemilikan investor institusi asing di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sepanjang tahun berjalan 2026, investor asing tercatat masih membukukan arus keluar dana yang besar dari pasar saham Indonesia. Data perdagangan reguler sejak 1 Januari hingga 29 Mei 2026 menunjukkan net foreign sell telah mencapai sekitar Rp77,41 triliun.
Dalam periode tersebut, total pembelian asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp727,49 triliun. Namun nilai penjualan asing mencapai Rp804,90 triliun.
Porsi nilai transaksi investor asing sepanjang tahun ini berada di kisaran 32,56 persen dari total perdagangan reguler. Sementara investor domestik mendominasi sekitar 67,44 persen.
Sejumlah saham perbankan besar dan saham grup konglomerasi tercatat menjadi perhatian pasar dalam arus keluar dana asing belakangan ini. Saham-saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang banyak dikaitkan dengan tekanan jual asing dalam beberapa waktu terakhir.(*)