KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 3,06 persen ke level 7.152 pada sesi I perdagangan Jumat, 24 April 2026.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan saat ini pasar masih menyoroti faktor peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kondisi ini menciptakan ketidakpastian terkait perundingan perdamaian di masa depan.
"Hal ini mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS. Apalagi rupiah terpantau melemah sekitar 105 poin dan ditutup di kisaran Rp17.280," ujar dia dalam risetnya kepada Kabarbursa.com.
Sentimen juga datang dari harga dunia ketika Brent melonjak ke kisaran USD106 per barel akibat gangguan di Selat Hormuz. Bahkan Indonesia yang merupakan negara net importir minyak, kata Nafan, kebutuhan dolar AS untuk impor energi meningkat tajam, sehingga secara langsung menekan kurs rupiah.
Adapun untuk saat ini, Nafan mengimbau agar investor fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid; fokus pada saham bervaluasi murah; serta fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren.
"Dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya secara intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.383,40 sebelum berbalik arah. Sementara itu, level terendah tercatat di 7.147,58, menunjukkan rentang pergerakan yang cukup lebar dalam satu sesi perdagangan.
Dari sisi likuiditas, total volume transaksi tercatat mencapai 26,84 miliar saham. Nilai transaksi berada di kisaran Rp17,44 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah tekanan indeks.
Pergerakan IHSG pada sesi I terlihat cenderung melemah secara bertahap sejak pembukaan. Tekanan jual yang konsisten membuat indeks bergerak turun tanpa banyak fase pemulihan yang signifikan.
Jika dilihat secara tahun berjalan (year to date/ytd), IHSG telah mengalami penurunan sebesar 17,28 persen. Posisi indeks yang berada di kisaran 7.100-an menunjukkan pelemahan yang cukup dalam dibandingkan awal tahun.
Kondisi ini menempatkan IHSG dalam tren koreksi jangka menengah, seiring dengan tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Pergerakan pasar selanjutnya masih akan mencermati dinamika sentimen global maupun domestik yang memengaruhi arah indeks.(*)