KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah setelah terkoreksi cukup dalam sebesar 3,27 persen atau 248 poin ke level 7.3373 pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Mengutip Stockbit, Aktivitas transaksi hari ini mencapai Rp23,76 triliun, dari volume 466,23 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 2,47 juta kali.
Seiring koreksi IHSG, seluruh sektor terpantau mengalami pelemahan. Sektor transportasi mengalami pelemahan paling dalam dengan penurunan 5,22 persen, ada juga sektor industri dasar yang berkutat di zona merah usai turun 4,59 persen serta sektor properti yang koreksi 4,57 persen.
Sektor siklikal turut mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan 4,54 persen, diikuti sektor energi yang anjlok 4,33 persen dan sektor industri yang terkoreksi 4,04 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur turun 3,75 persen dan sektor konsumer non-siklikal melemah 3,50 persen.
Di sisi lain, sektor kesehatan turun 2,74 persen, sektor teknologi terkoreksi 1,58 persen, sedangkan sektor keuangan menjadi yang paling defensif dengan penurunan relatif terbatas sebesar 1,34 persen.
Kendati demikain, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) menjadi saham dengan penguatan terbanyak usai naik 24,53 persen ke level 660. Posisi kedia ditempati oleh PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) yang melonjak 24,50 persen ke 940.
Selain itu, saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) juga menghijau usai meningkat 17,76 persen ke 252, kemudian PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) meroket 14,92 persen ke level 1.040, serta PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) yang mencatat kenaikan 14,43 persen ke 1.150.
Dari top loser, tiga saham mengalami penurunan hingga 15 persen yakni saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) ke 68, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) ke level 187, dan PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) ke harga 2.210.
Sementara itu PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) turun 14,97 persen ke 142, serta saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) ikut tertekan dengan koreksi 14,93 persen ke level 3.760. (*)