KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sesi I, Jumat, 24 April 2026 dan turun 3,06 persen ke level 7.152,85. Pelemahan ini mencerminkan tekanan jual yang dominan sejak awal perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com hingga pukul 11.30 WIB, IHSG terkoreksi 225,75 poin dari posisi sebelumnya di 7.378,61. Pergerakan indeks menunjukkan tren menurun sepanjang sesi, dengan tekanan yang terus berlanjut hingga mendekati akhir sesi I.
Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.383,40 sebelum berbalik arah. Sementara itu, level terendah tercatat di 7.147,58, menunjukkan rentang pergerakan yang cukup lebar dalam satu sesi perdagangan.
Dari sisi likuiditas, total volume transaksi tercatat mencapai 26,84 miliar saham. Nilai transaksi berada di kisaran Rp17,44 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah tekanan indeks.
Pergerakan IHSG pada sesi I terlihat cenderung melemah secara bertahap sejak pembukaan. Tekanan jual yang konsisten membuat indeks bergerak turun tanpa banyak fase pemulihan yang signifikan.
Jika dilihat secara tahun berjalan (year to date/ytd), IHSG telah mengalami penurunan sebesar 17,28 persen. Posisi indeks yang berada di kisaran 7.100-an menunjukkan pelemahan yang cukup dalam dibandingkan awal tahun.
Kondisi ini menempatkan IHSG dalam tren koreksi jangka menengah, seiring dengan tekanan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Pergerakan pasar selanjutnya masih akan mencermati dinamika sentimen global maupun domestik yang memengaruhi arah indeks.(*)