KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan tenaga yang cukup kuat pada perdagangan Rabu, 12 Februari 2026. Indeks utama pasar modal Indonesia itu berhasil melanjutkan penguatan 1,96 persen ke level 8.290, disertai peningkatan volume transaksi. Kenaikan ini dinilai telah memenuhi target minimal yang sebelumnya diperkirakan oleh tim riset teknikal MNC Sekuritas.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG saat ini masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi dalam jangka pendek. Namun, ia mengingatkan bahwa pasar tetap perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya koreksi sehat setelah reli yang cukup cepat dalam beberapa hari terakhir.
“IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 1,96 persen ke 8.290 dan disertai peningkatan volume pembelian, penguatannya pun sudah mencapai target minimal yang kami sampaikan,” tulis Herditya dalam laporan riset hariannya, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurutnya, dalam skenario terbaik atau best case, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x]. Jika skenario ini terjadi, indeks berpotensi menguji area 8.328 hingga 8.440.
Namun optimisme tersebut tetap harus disertai kehati-hatian. Herditya menilai kenaikan yang terlalu cepat juga membuka ruang terjadinya koreksi teknikal jangka pendek. “Waspadai akan adanya potensi koreksi ke 8.155-8.239,” ujar Herditya.
Secara teknikal, MNC Sekuritas mencatat area support IHSG berada di level 7.863 dan 7.712, sementara area resistance berada di 8.354 dan 8.517. Dengan peta teknikal tersebut, arah pasar dalam beberapa hari ke depan dinilai masih akan sangat bergantung pada kekuatan volume beli.
Saham yang Menjadi Perhatian
Di tengah dinamika IHSG yang masih fluktuatif, Herditya menyoroti beberapa saham yang layak dicermati pelaku pasar dalam jangka pendek. Menurutnya, saham-saham ini memiliki pola pergerakan teknikal yang relatif menarik berdasarkan analisis gelombang atau Elliott Wave.
Empat saham yang menjadi perhatian tersebut adalah ANTM, PANI, TLKM, dan UNVR. Masing-masing memiliki karakter teknikal yang berbeda dan peluang pergerakan tersendiri.
ANTM
Saham PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM tercatat menguat 2,57 persen ke level 3.990, disertai munculnya volume pembelian. Herditya menilai pergerakan ANTM saat ini sedang berada dalam fase yang relatif positif.
Ia menjelaskan posisi ANTM diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (b) dari wave [iv]. Artinya, secara struktur teknikal saham ini masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.
Dengan kondisi tersebut, ANTM dinilai menarik untuk terus dipantau, terutama jika terjadi pelemahan terbatas yang diikuti kembalinya tekanan beli.
PANI
Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk atau PANI juga masuk dalam radar perhatian. Pada perdagangan terakhir, PANI menguat tipis 0,46 persen ke 10.950, meskipun sempat muncul tekanan jual.
Menurut Herditya, pergerakan PANI sejauh ini masih cukup sehat karena tetap mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20. Kondisi ini menunjukkan tren jangka pendek saham tersebut masih relatif terjaga.
“Kami memperkirakan, posisi PANI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [i] dari wave 1,” jelasnya.
Struktur teknikal semacam ini mengindikasikan bahwa PANI masih berpotensi melanjutkan tren naiknya, selama tidak terjadi pelemahan signifikan yang menembus area kunci.
TLKM
Perhatian berikutnya tertuju pada saham PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM. Saham ini mencatat penguatan cukup signifikan, naik 3,82 persen ke level 3.530 dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Herditya menilai pergerakan TLKM saat ini berada pada tahap awal dari gelombang kenaikan baru. “Saat ini, posisi TLKM diperkirakan sedang berada pada awal dari wave [c] dari wave B,” ungkapnya.
Dengan pola tersebut, TLKM dinilai memiliki peluang untuk terus bergerak menguat dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar secara umum tetap kondusif.
UNVR
Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR justru mengalami koreksi 1,74 persen ke level 2.260. Tekanan jual masih terlihat pada saham ini, namun Herditya melihat pelemahan tersebut sebagai bagian dari proses konsolidasi.
Ia memperkirakan posisi UNVR saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1. Artinya, koreksi yang terjadi lebih bersifat teknikal dan berpotensi diikuti oleh fase kenaikan berikutnya.
Dengan struktur tersebut, UNVR dinilai menarik untuk dicermati, terutama apabila koreksi yang terjadi tidak menembus area dukungan penting.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.