KABARBURSA.COM - Pembukaan perdagangan hari ini Jumat, 24 April 2026 menunjukkan tekanan jual yang masih berlanjut di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.378,07 atau melemah tipis 0,53 poin setara 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan indeks cenderung menurun sejak awal sesi, mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati.
Nilai transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai Rp277,35 miliar dengan volume perdagangan sebesar 3,75 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 43,69 ribu kali. Aktivitas ini menunjukkan likuiditas pasar yang cukup terjaga meskipun tekanan jual mendominasi.
Dari sisi pergerakan saham, beberapa emiten berhasil mencatatkan penguatan signifikan di tengah kondisi pasar yang melemah. PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan sebesar 19,70 persen ke level 316. Disusul oleh PT Berlina Tbk (BRNA) yang bergerak di sektor kemasan plastik dengan kenaikan 18,11 persen ke harga 750. Selanjutnya, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang bergerak di sektor properti menguat 10,49 persen ke level 158.
Penguatan juga terjadi pada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), perusahaan sektor makanan dan minuman, yang naik 9,76 persen ke harga 90. Sementara itu, PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) dari sektor logistik mencatatkan kenaikan 9,52 persen ke level 138.
Di sisi lain, tekanan jual paling dalam dialami oleh sejumlah saham yang masuk dalam daftar top losers. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melemah 14,93 persen ke level 228. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) turun 14,57 persen ke harga 170. Kemudian PT MDS Retailing Tbk (LPPF), emiten ritel, terkoreksi 12,63 persen ke level 1.695.
Penurunan juga dialami oleh PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa, turun 11,40 persen ke harga 1.710. Sementara itu, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), perusahaan distribusi alat berat di sektor industri, melemah 10,57 persen ke level 220.
Secara sektoral, pergerakan indeks menunjukkan variasi dengan dominasi pelemahan. Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan sebesar 0,51 persen, diikuti sektor kesehatan yang naik 0,24 persen serta teknologi yang menguat tipis 0,04 persen. Sektor transportasi juga mencatat kenaikan marginal sebesar 0,02 persen.
Sebaliknya, tekanan paling besar terjadi pada sektor bahan baku yang terkoreksi 0,59 persen. Sektor keuangan juga melemah 0,47 persen, disusul sektor properti yang turun 0,48 persen dan sektor siklikal yang terkoreksi 0,30 persen. Sektor industri dan infrastruktur masing-masing turun 0,24 persen dan 0,28 persen, sementara sektor non-siklikal melemah 0,16 persen.
Berdasarkan analisis MNC Sekuritas, IHSG sebelumnya telah terkoreksi cukup dalam sebesar 2,16 persen ke level 7.378 dan disertai tekanan jual yang tinggi. Posisi indeks saat ini diperkirakan berada di akhir wave iv dalam skenario utama, atau alternatifnya di akhir wave a dari wave B. Kondisi ini membuka peluang IHSG untuk kembali melanjutkan koreksi dengan area support terdekat di kisaran 7.245 hingga 7.354. Adapun level support penting berada di 7.351 dan 7.238, sementara resistance terdekat berada di 7.578 hingga 7.700. (*)