KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, naik 33,95 poin atau 0,45 persen ke level 7.575,57 pada Rabu, 23 April 2026. Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.582,50 sebelum bergerak di kisaran 7.564,00 sebagai level terendah intraday.
Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar mulai bergeliat dengan total volume transaksi mencapai 6,84 juta lot dan nilai perdagangan sebesar Rp362,16 miliar dari 59,66 ribu transaksi. Penguatan IHSG kali ini didorong oleh kombinasi aksi beli pada sejumlah saham sektor transportasi, keuangan, dan basic industry yang mencatatkan kenaikan signifikan.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan tajam di antaranya PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) dari sektor transportasi yang melonjak 24,88 persen ke level 1.330. Kenaikan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten logistik seiring prospek distribusi dan rantai pasok yang tetap solid.
Dari sektor keuangan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menguat 19,74 persen ke posisi 4.610. Sementara itu, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) juga naik 11,74 persen ke level 2.380. Kenaikan saham perbankan ini mengindikasikan optimisme pasar terhadap stabilitas sektor finansial di tengah dinamika global.
Saham sektor alat berat dan industri, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX), turut mencatatkan kenaikan sebesar 16,94 persen ke level 214. Di sisi lain, saham energi seperti PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) juga menguat 15,49 persen ke level 82, didorong sentimen positif komoditas.
Namun demikian, tidak semua saham bergerak positif. Sejumlah emiten mengalami tekanan jual cukup dalam, seperti PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang turun 14,96 persen ke level 199. Kemudian PT Multitrend Indo Tbk (BABY) melemah 13,79 persen ke 350, serta PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang turun 12,76 persen ke 171. Penurunan ini menunjukkan adanya aksi profit taking setelah reli sebelumnya.
Secara sektoral, penguatan terbesar terjadi pada sektor transportasi yang melonjak 3,67 persen, diikuti basic industry naik 0,71 persen dan energi 0,52 persen. Sektor keuangan juga mencatatkan kenaikan 0,39 persen, sementara sektor infrastruktur tumbuh 0,77 persen. Di sisi lain, sektor industrial terkoreksi 0,75 persen dan sektor cyclical turun tipis 0,09 persen.
Pergerakan IHSG yang masih fluktuatif mencerminkan sikap investor yang cenderung selektif dalam menempatkan dana, terutama di tengah ketidakpastian global dan dinamika harga komoditas. Rotasi sektor terlihat jelas, dengan dana mengalir ke saham-saham yang memiliki katalis jangka pendek.
Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 0,24 persen ke level 7.541 namun mulai disertai munculnya volume pembelian. Secara teknikal, posisi indeks dinilai berada di akhir fase koreksi wave tertentu, sehingga masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan dengan area uji di kisaran 7.245 hingga 7.447 untuk menutup gap. Meski demikian, dalam jangka pendek IHSG diperkirakan tetap berpeluang menguji resistance di area 7.580 hingga 7.601, dengan level support berada di 7.488 dan 7.351 serta resistance lanjutan di 7.700 hingga 7.861.(*)