Logo
>

PLIN Kuasai Bundaran HI: Pegang 3,58 Ha, Buang Emisi 59 Juta Kg CO2 e

PT Plaza Indonesia Realty Tbk mencetak jejak karbon raksasa di tengah kepemilikan aset lahan seluas 3,58 hektare di kawasan elite Jakarta Pusat.

Ditulis oleh Syahrianto
PLIN Kuasai Bundaran HI: Pegang 3,58 Ha, Buang Emisi 59 Juta Kg CO2 e
PT Plaza Indonesia Realty Tbk atau PLIN mendominasi jantung ibu kota dengan penguasaan lahan strategis seluas 3,58 hektare (Ha) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). (Foto: Dok. Plaza Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Plaza Indonesia Realty Tbk atau PLIN mendominasi jantung ibu kota dengan penguasaan lahan strategis seluas 3,58 hektare (Ha) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). 

Kepemilikan aset bernilai belasan triliun rupiah ini sayangnya diiringi oleh produksi polusi yang mencapai 59.015.549 kilogram ekuivalen karbon dioksida (Kg CO2 e) sepanjang tahun pembukuan 2025. 

Fakta ini memaksa korporasi untuk menyeimbangkan ambisi mengeruk laba dengan tanggung jawab melestarikan lingkungan sekitar.

Direktur Utama Plaza Indonesia Realty Rosano Barack menyampaikan laporan kinerja perusahaan dengan menyoroti pentingnya keseimbangan antara operasional bisnis dan kelestarian ekologi. 

Ia memastikan bahwa manajemen terus berupaya menekan jejak karbon sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan pendapatan dari seluruh lini bisnis properti premium. Perseroan mengklaim memprioritaskan integrasi teknologi hijau untuk meredam dampak buruk buangan emisi terhadap kualitas udara Jakarta.

"Secara keseluruhan kinerja keberlanjutan perusahaan pada tahun 2025 mencerminkan komitmen untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab," tegas Rosano Barack dalam dokumen tersebut.

Hal itu diklaim perseroan menjadi fondasi dalam mengeksekusi berbagai inisiatif ramah lingkungan di seluruh gedung komersial yang mereka kelola. 

Rincian Penguasaan Lahan Premium

Perseroan mengendalikan empat bidang tanah utama yang seluruhnya mengantongi dokumen legal berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) tingkat pertama. 

Bidang tanah perdana tercatat dalam SHGB No. 700 di area Gondangdia dengan luasan riil mencapai 16.049 meter persegi (m2). Hamparan lahan super luas di Jalan M.H. Thamrin kaveling 28 hingga 30 ini menjadi pijakan konstruksi sentra belanja Plaza Indonesia Shopping Center.

Ekspansi penguasaan ruang perseroan berlanjut pada bidang tanah kedua yang diikat oleh SHGB No. 786. Hamparan hamparan lahan seluas 3.163 m2 ini memanjang searah rute protokol yang sama dan menyatu utuh dengan kompleks komersial utama. Penguasaan dua bidang lahan awal ini memberikan ruang gerak super leluasa bagi operasional menara perkantoran The Plaza Office Tower.

Pihak manajemen turut mengamankan bidang tanah ketiga melalui lembar sertifikat nomor 674 di kawasan eksklusif Menteng Jakarta Pusat. Area seluas 12.868 m2 ini menempati ruang kaveling dua puluh empat dan tiga puluh satu yang berdekatan langsung dengan fasilitas penginapan kelas wahid Grand Hyatt Jakarta. 

Nilai strategis lahan hamparan ini teramat tinggi mengingat posisinya yang berhadapan persis dengan tugu air mancur kebanggaan bangsa.

Rincian luasan tanah keempat dikukuhkan lewat bukti sertifikat bernomor 1208 yang menyumbang tambahan area fungsional seluas 3.761 m2. Penggabungan total empat aset tanah ini membulatkan jumlah penguasaan lahan murni perseroan menjadi 35.841 m2 atau setara persis dengan 3,58 Ha. 

Kekuatan fondasi kekayaan perusahaan bertambah solid berkat adanya hak kepemilikan ruang vertikal di proyek hunian eksklusif Keraton at The Plaza. 

Dokumen kepemilikan strata tingkat pertama bernomor 199 secara utuh mengamankan ruang area seluas 1.331,18 mw di pijakan dasar. Penguasaan ruang ini merambat mulus ke lantai dua menara melalui kepemilikan sertifikat nomor 200 dengan cakupan area sebesar 1.534,6 m2. Area komersial lantai tiga bangunan juga disahkan menjadi kekayaan mutlak perusahaan lewat lembar dokumen nomor 201 yang mencakup dimensi 2.240,27 m2.

Lantai empat bangunan apartemen ini dikuasai seratus persen berdasarkan landasan sertifikat nomor 202 yang mengikat wilayah luasan 1.771,32 m2. Rincian kekayaan apartemen terakhir ditutup manis oleh kepemilikan mutlak lantai lima seluas 1.912,57 m2 melalui dokumen resmi bernomor 203. 

Apabila seluruh area ruang udara ini dikalkulasikan secara gabungan maka total luasan aset vertikal perusahaan menembus angka impresif yakni 8.789,94 m2.

Jejak Karbon Raksasa di Jantung Ibu Kota

Kemegahan bangunan milik perseroan rupanya menyumbang polusi udara dalam jumlah yang sangat masif bagi langit Jakarta. 

Laporan Keberlanjutan Perseroan Tahun 2025 menelanjangi fakta bahwa operasional mal dan hotel ini membuang emisi gas rumah kaca sebesar 59.015.549 Kg CO2 e. Angka buangan gas kotor ini menyadarkan publik mengenai beban ekologi rill yang harus ditanggung bumi demi menopang sebuah gaya hidup premium.

Kategori emisi cakupan satu yang berasal dari pembakaran bahan bakar minyak internal perseroan menyentuh angka 19.404 Kg CO2 e. Jumlah polusi pembakaran langsung ini justru memperlihatkan tren kenaikan nyaris lima persen jika disandingkan dengan catatan tahun sebelumnya. Fakta ini membuktikan bahwa perseroan masih sangat bergantung pada mesin konvensional untuk menggerakkan sejumlah fasilitas penunjang gedungnya.

Sumbangan polusi terbesar bersumber dari emisi cakupan dua yang dihitung berdasarkan pemakaian daya listrik dari jaringan negara. 

Tagihan energi raksasa perseroan menghasilkan jejak karbon mematikan sebesar 58.996.145 Kg CO2 sepanjang tahun berjalan. 

Pengelola gedung menyedot puluhan juta kilowatt jam daya setrum demi menghidupkan sistem pendingin sentral dan penerangan gemerlap di seluruh sudut ruangan.

Manuver Transisi Energi dan Panel Surya

Tekanan publik atas besarnya emisi kotor tersebut memaksa perseroan untuk berinvestasi pada infrastruktur energi baru terbarukan. Mengulang kembali penegasan Rosano Barack yang menyatakan 

"Secara keseluruhan kinerja keberlanjutan perusahaan pada tahun 2025 mencerminkan komitmen untuk menjalankan usaha secara bertanggung jawab," manajemen pun mengeksekusi proyek instalasi tenaga surya. 

Ratusan panel penangkap sinar matahari dipasang menutupi area atap bangunan untuk meredam ketergantungan pada listrik berbahan bakar batubara.

Proyek perintis tenaga surya ini bermula dari pemasangan puluhan modul di atas fasilitas penginapan Grand Hyatt Jakarta. Pihak teknisi gedung terus memperbanyak jumlah instalasi hingga mencapai total 376 unit panel surya pada penghujung tahun pembukuan. 

Fasilitas modern ini diperkirakan sanggup meredam emisi gas buang hingga menyentuh 521 ton karbon ekuivalen per tahun.

Perseroan turut merekayasa operasional mesin generator cadangan dengan beralih menggunakan pasokan gas alam. Inovasi peralihan bahan bakar ini diklaim sukses menghindarkan produksi 2.134 ton polusi kotor ke udara ibu kota. 

Deretan manuver ekologis ini mengantarkan perseroan meraih sertifikat dewan bangunan hijau nasional level emas dan platinum.

Keberhasilan menekan sebagian beban emisi memberikan dampak rill berupa pemangkasan ongkos operasional yang cukup signifikan. Manajemen sukses membuktikan bahwa kelestarian bumi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi pengeluaran kas korporasi. Transisi menuju energi bersih ini siap diakselerasi lebih agresif pada dekade mendatang demi menyelamatkan kualitas udara Jakarta.

Konservasi Air Tanah Ekstrem

Perseroan mengambil langkah radikal dalam merawat sumber daya alam dengan menghentikan total penyedotan air tanah sejak pertengahan tahun 2023. 

Tim teknis mengoptimalkan fasilitas pengolahan limbah cair raksasa yang tertanam di ruang bawah tanah gedung. Fasilitas penyaringan pintar ini sanggup mendaur ulang seperempat juta meter kubik air kotor menjadi pasokan bersih yang sangat layak pakai.

Volume air hasil daur ulang tersebut dimanfaatkan penuh untuk mendinginkan menara mesin pendingin dan menyirami hamparan taman tropis buatan. Keberhasilan menyetop pemakaian air tanah ini mendatangkan keuntungan ganda berupa penghematan ongkos tagihan senilai miliaran rupiah. 

Manuver konservasi sumber daya air ini melengkapi portofolio komitmen rill perusahaan dalam merawat keberlanjutan lingkungan hidup Jakarta.

Kekuatan finansial perseroan untuk mendanai ragam proyek hijau ini ditopang oleh kinerja mentereng lini bisnis penyewaan lapak dagang. Pendapatan murni dari pusat perbelanjaan sanggup menembus angka Rp719,78 miliar yang memastikan brankas perusahaan tetap gemuk. 

Dana segar tersebut kemudian diklaim diputar kembali untuk membiayai peremajaan fasilitas gedung berwawasan ekologi.(*)

Tabel ringkasan data aset lahan dan buangan emisi perseroan sebagai berikut.

Indikator KinerjaRincian AngkaKeterangan Tambahan
Total Lahan Dikuasai3,58 HaBerasal dari gabungan luasan empat bidang Hak Guna Bangunan
Total Emisi 202559.015.549 Kg CO2eMerupakan akumulasi penuh dari beban buangan cakupan satu dan dua
Emisi Cakupan Satu19.404 Kg CO2Murni bersumber dari pembakaran bahan bakar minyak internal perseroan
Emisi Cakupan Dua58.996.145 Kg CO2Dominasi polusi tertinggi akibat pemakaian daya listrik jaringan PLN
Panel Surya Terpasang376 Unit ModulMampu meredam beban gas buang hingga 521 ton karbon ekuivalen

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.