Logo
>

IHSG Dibuka Menguat ke 7.649, Saham Teknologi dan Transportasi Pimpin Penguatan

Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.652 sebelum bergerak stabil di kisaran 7.644

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat ke 7.649, Saham Teknologi dan Transportasi Pimpin Penguatan
IHSG Dibuka Menguat ke 7.649, Saham Teknologi dan Transportasi Pimpin Penguatan

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, naik 28,03 poin atau 0,37 persen ke level 7.649 pada Jumat, 17 April 2026. Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.652 sebelum bergerak stabil di kisaran 7.644 sebagai level terendah intraday.

Total volume transaksi mencapai 5,20 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp229,39 miliar dari 53,20 ribu transaksi. Pergerakan IHSG di awal sesi menunjukkan adanya minat beli yang mulai kembali masuk, meskipun masih terbatas dan cenderung selektif.

Dari sisi pergerakan saham, penguatan IHSG turut didorong oleh lonjakan sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) dari sektor keuangan mencatat kenaikan paling signifikan sebesar 28,10 persen ke level 155. Disusul oleh PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) di sektor transportasi dan logistik yang naik 24,55 persen ke level 685, serta PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) dari sektor teknologi yang melonjak 19,04 persen ke level 34.700.

Selain itu, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) yang bergerak di sektor industri dasar menguat 9,56 persen ke posisi 298, dan PT Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS) dari sektor konsumer juga naik 9,40 persen ke level 128. Kenaikan saham-saham ini menunjukkan adanya rotasi sektor, terutama ke saham teknologi, logistik, dan konsumer yang mulai menarik minat investor.

Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham yang masuk top losers. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) dari sektor consumer non-cyclical terkoreksi 14,14 persen ke level 164. PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM) di sektor properti turun 7,53 persen ke 675, sementara PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) yang bergerak di sektor bahan bangunan melemah 7,34 persen ke level 505.

Selanjutnya, PT Wira Global Solusi Tbk. (WGSH) dari sektor teknologi terkoreksi 5,93 persen ke level 127, dan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) di sektor transportasi turun 5,80 persen ke posisi 260. Penurunan ini mencerminkan aksi ambil untung jangka pendek setelah reli sebelumnya.

Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,28 persen, diikuti sektor teknologi naik 0,87 persen dan sektor industri menguat 0,78 persen. Sementara itu, sektor kesehatan naik 0,57 persen, sektor energi 0,34 persen, dan sektor infrastruktur 0,31 persen. Sektor keuangan tercatat naik tipis 0,15 persen, sedangkan sektor consumer non-cyclical hanya menguat 0,02 persen, menjadi yang paling terbatas kenaikannya.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat secara bertahap, didorong oleh sentimen domestik yang relatif stabil serta rotasi dana ke saham-saham tertentu yang memiliki katalis jangka pendek.

Sementara itu, berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG sebelumnya tercatat melemah tipis 0,03 persen ke level 7.621 dan masih berada dalam tekanan jual. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berada pada fase wave lanjutan yang berpotensi menguji area resistance di rentang 7.786 hingga 7.843. Namun demikian, pelaku pasar perlu mencermati potensi koreksi ke area support terdekat di kisaran 7.453 hingga 7.575, dengan level support kuat di 7.488 dan 7.351 serta resistance di 7.700 dan 7.861. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".