Logo
>

Genggam Dana Asing Rp149,21 Miliar, Jual atau Beli NCKL?

NCKL memang masih bergerak volatil sepanjang Mei 2026. Namun arus dana asing mulai berbalik agresif di area bawah ketika saham mendekati zona 800-an.

Ditulis oleh Yunila Wati
Genggam Dana Asing Rp149,21 Miliar, Jual atau Beli NCKL?
NCKL tercatat membukukan total net foreign buy sekitar Rp149,21 miliar. Sementara total net foreign sell berada di kisaran Rp38,12 miliar. (Foto: dok NCKL)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) ditutup menguat 5,33 persen ke level 890 pada perdagangan terakhir, 29 Mei 2026. Penguatan tersebut muncul ketika volume pembelian kembali meningkat dan arus dana asing mulai terlihat lebih agresif masuk ke saham ini.

Jika melihat pergerakan sepanjang Mei, NCKL sebenarnya masih bergerak dalam tekanan cukup besar. Saham ini sempat berada di area 1.105 pada awal Mei sebelum perlahan turun hingga menyentuh area 775–790 di pertengahan bulan.

Tekanan terbesar muncul pada 19 Mei ketika NCKL anjlok 12,12 persen ke level 870 dengan nilai transaksi mencapai Rp158,35 miliar dan volume menembus 1,78 juta lot. Pada sesi tersebut, pasar mulai melihat munculnya tekanan distribusi besar ketika saham turun tajam dari area 1.000.

Namun menariknya, arus dana asing justru mulai berubah agresif setelah tekanan besar tersebut muncul. Pada 20 Mei, asing membukukan net foreign buy Rp40,24 miliar ketika NCKL masih terkoreksi 5,17 persen ke level 825.

Pola akumulasi asing kembali terlihat berlanjut pada 21 Mei dengan net foreign buy Rp28,39 miliar dan 26 Mei sebesar Rp29,91 miliar. Bahkan pada perdagangan terakhir Mei, asing kembali mencatatkan pembelian bersih Rp22,78 miliar ketika saham naik ke level 890.

Jika diakumulasi dari data perdagangan Mei yang terlihat pada periode 6–29 Mei 2026, NCKL tercatat membukukan total net foreign buy sekitar Rp149,21 miliar. Sementara total net foreign sell berada di kisaran Rp38,12 miliar.

Dengan demikian, saham ini masih mencatatkan akumulasi bersih asing sekitar Rp111,09 miliar sepanjang periode tersebut. Data tersebut membuat pasar mulai melihat bahwa tekanan turun NCKL justru mulai dimanfaatkan sebagian pelaku pasar besar untuk melakukan penyerapan barang di area bawah.

Meski begitu, struktur pergerakan NCKL masih dianggap cukup rawan volatilitas. Sebab kenaikan yang terjadi belakangan dinilai masih berada pada fase technical rebound setelah koreksi tajam pertengahan Mei.

Sell on Strenght

Secara teknikal, MNC Sekuritas melihat pergerakan NCKL berada pada bagian akhir wave [iv] dari wave C. Kondisi tersebut membuat ruang kenaikan saham ini dinilai mulai terbatas dan rawan kembali mengalami tekanan jual.

Area 905–945 kini mulai dipandang sebagai zona sell on strength jangka pendek. Sebab area tersebut berpotensi menjadi titik distribusi baru apabila tekanan beli mulai melemah.

Pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan terbentuknya wave [v] yang berpotensi membawa NCKL kembali menguji area 745–760 sekaligus menutup gap yang masih terbuka di bawah.

Awal Juni nanti akan menjadi fase penting untuk membaca apakah akumulasi asing mampu menjaga momentum rebound atau justru mulai dimanfaatkan sebagai area keluar jangka pendek. Sebab meski asing masih tercatat dominan masuk sepanjang Mei, struktur teknikal NCKL masih belum sepenuhnya keluar dari fase tekanan turun menengah.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79