Logo
>

IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways, Saham-Saham ini Jadi Rekomendasi

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, mengatakan tekanan terhadap IHSG dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways, Saham-Saham ini Jadi Rekomendasi
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.

KABARBURSA.COM -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak fluktuatif memasuki hari kedua perdagangan pekan ini, Selasa, 26 Mei 2026.

Pelaku pasar masih dibayangi sentimen rebalancing MSCI, kebijakan ekspor satu pintu, hingga arah suku bunga global di tengah perdagangan yang hanya berlangsung tiga hari karena libur panjang Hari Raya Idul Adha.

Setelah sempat anjlok tajam hingga menyentuh level terendah tahun ini di posisi 5.966 pada pekan lalu, pelaku pasar kini mulai memburu peluang technical rebound di tengah derasnya sentimen global dan domestik.

Berdasarkan data perdagangan periode 18–22 Mei 2026, IHSG terkoreksi 8,35 persen ke level 6.162,045. Tekanan besar yang terjadi sepanjang pekan lalu membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut 10,06 persen menjadi Rp10.635 triliun.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, mengatakan tekanan terhadap IHSG dipicu kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang membuat investor cenderung mengambil posisi defensif.

“Kekhawatiran investor sempat diperparah oleh rencana implementasi kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis seperti batu bara,” ujar Brigita dalam riset resmi yang diterima KabarBursa.com pada Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut dia, sentimen global masih dipengaruhi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau higher for longer. Kondisi tersebut memicu penguatan dolar AS dan memberi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin demi menjaga stabilitas rupiah juga ikut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi perlambatan likuiditas ekonomi.

Meski demikian, pasar mulai bergerak positif setelah muncul rumor penundaan kebijakan ekspor satu pintu hingga 1 Januari 2027. Sentimen itu langsung memicu rebound signifikan pada akhir pekan, terutama pada saham-saham sektor basic materials dan energi.

“Kondisi pasar mulai membaik di akhir pekan setelah muncul laporan tercapainya draft final perjanjian damai AS-Iran,” kata Brigita.

Di tengah kondisi tersebut, aksi jual investor asing masih berlanjut. Pada akhir pekan lalu, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp309,52 miliar. Namun di sisi lain, aktivitas transaksi perdagangan justru meningkat.

Rata-rata nilai transaksi harian tercatat naik 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun. Kondisi ini dinilai mencerminkan tingginya aktivitas distribusi dan reposisi portofolio investor di tengah pasar yang bergerak sangat fluktuatif.

Brigita menjelaskan pasar global saat ini masih berada dalam fase wait and see. Investor menunggu perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi harga minyak dunia serta pergerakan yield obligasi Amerika Serikat.

Selain itu, risalah Federal Reserve juga menunjukkan pejabat The Fed masih membuka ruang kenaikan suku bunga apabila inflasi kembali meningkat. Hal itu membuat ruang penurunan suku bunga menjadi semakin terbatas dalam waktu dekat.

Di pasar domestik, perhatian investor masih tertuju pada kepastian implementasi kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia yang direncanakan efektif mulai 1 Juni 2026.

“Kepastian ini menyisakan volatilitas pada saham-saham energi dan bahan baku,” tutur Brigita.

Meski demikian, hasil review FTSE Russell yang dinilai relatif konstruktif berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi arus keluar dana asing dalam jumlah besar.

Secara teknikal, IPOT menilai IHSG masih bergerak di bawah area SMA-50 pada level 7.166 yang mengindikasikan tren pelemahan jangka menengah masih dominan.

“Momentum indeks juga masih relatif lemah,” ujar Brigita.

Menurut dia, indikator MACD masih berada di area negatif dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Karena itu, penguatan yang terjadi saat ini masih dinilai sebagai technical rebound dan belum mengonfirmasi perubahan tren utama.

IPOT memproyeksikan IHSG bergerak sideways dengan volatilitas tinggi pada rentang support 5.996 hingga 5.899 dan resistance 6.318 sampai 6.459 sepanjang pekan ini.

Tekanan pada pekan ini yang hanya berlangsung selama tiga hari perdagangan akibat libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha pada 27-28 Mei 2026. Perdagangan hanya berlangsung di 25, 26 dan 29 Mei 2026.

Di tengah kondisi pasar yang masih tidak menentu, IPOT merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk trading jangka pendek pekan ini.

Salah satu saham yang direkomendasikan ialah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Saham emiten tambang tersebut direkomendasikan buy pada area entry 2.720 dengan target harga 3.000 dan stop loss 2.610.

Menurut IPOT, secara teknikal MDKA berhasil ditutup di atas EMA5 disertai lonjakan volume transaksi yang mengindikasikan mulai terbentuknya momentum rebound jangka pendek. Saham ini juga ditopang aksi akumulasi investor asing dengan net buy mencapai Rp691 miliar dalam sepekan terakhir.

Selain MDKA, IPOT juga merekomendasikan PT Bank BTPN Tbk (BTPN) dengan area entry 2.380, target harga 2.530, dan stop loss 2.310.

Saham BTPN dinilai masih bergerak dalam tren naik dan konsisten bertahan di atas EMA5 hingga EMA50 sehingga mencerminkan momentum kenaikan yang masih terjaga.

Sementara itu, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) direkomendasikan buy pada area entry 1.635 dengan target harga 1.725 dan stop loss 1.590.

IPOT menilai ULTJ mulai membentuk pola higher low dengan rebound di area EMA50 sehingga mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Indikator MACD juga mulai bergerak naik menuju area bullish crossover. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".