KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal bergerak konsolidatif pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang support 6.070 dan resistance 6.285.
BRI Danareksa menyebut, sentimen pasar pada pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Indonesia Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 2,94 persen Year on Year (YoY) serta surplus neraca perdagangan yang berpotensi menyusut menjadi USD1,31 miliar.
"Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat memengaruhi sentimen pasar global," tulis BRI Danareksa dalam riset hariannya.
Diketahui, pada perdagangan terakhir pekan lalu atau Jumat, 29 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 0,05 persen atau 2,81 poin ke level 6.127.
BRI Danareksa mencatat, pelemahan itu dibarengi dengan net foreign sell sebesar Rp8,36 triliun di pasar reguler.
"Pelemahan indeks terutama dipengaruhi oleh aksi jual asing terkait rebalancing MSCI yang menekan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar," ungkap mereka.
Terpisah, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal, setelah pola downward bar terbentuk maka pergerakan bearish consolidation berlaku untuk IHSG.
"Berdasarkan indikator, RSI masih oversold atau jenuh jual, Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif, dan volume spike terdeteksi," jelas dia dalam risetnya.
Nafan menyampaikan saat ini para pelaku investor akan mencermati apakah tekanan jual dari manajer investasi pasif sudah mereda atau masih menyisakan tail-end effect di awal perdagangan Juni.
Hal tersebut ia ungkapkan karena pada akhir pekan lalu, net foreign sell tercatat sangat masih hingga mencapai Rp8,36 triliun dalam satu hari perdagangan sebelum memasuki akhir pekan lalu.
Selain itu, lanjut Nafan, para pelaku pasar menyoroti perilisan dua data ekonomi penting, yakni S&P Global Manufacturing PMI Indonesia per Mei.
"Hal ini untuk melihat tingkat ekspansi sektor manufaktur domestik," kata dia.
Investor juga akan mengeamati data inflasi per Mei oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang menurut Nafan, akan menjadi indikator daya beli masyarakat pasca-momentum musiman serta arah kebijakan suku bunga BI ke depan.
Dari global, pasar mencermati prospek kesepakatan AS-Iran yang akan segera tercapai telah terhambat oleh terjadinya serangan militer di antara kedua negara tersebut.
"Di sisi lain, perilisan US Nonfarm Payrolls per Mei pada akhir pekan ini juga dinantikan karena akan mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed kedepannya," ungkap Nafan.
Sementara itu MNC Sekuritas menyampaikan, Posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada di bagian dari wave [v] dari wave A dan dari wave (2) pada label hitam.
"Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya," tulis mereka dalam riset hariannya
MNC Sekuritas menyebut support IHSG untuk hari ini ada di kisaran 5.996 - 5.899. Sementara area resistance berada di antara level 6.318 - 6.459.
Rekomendasi saham hari ini dari para analis:
- BRI Danareksa Sekuritas: RAJA, HRTA, MMIX
- Miare Asset Sekuritas: BUVA, ERAA, GGRM
- MNC Sekuritas: DEWA, UNTR, UNVR. (*)