Logo
>

IHSG Ditutup Menguat ke 7.440: 10 Saham Top Loser Hari ini

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak cukup fluktuatif

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Ditutup Menguat ke 7.440: 10 Saham Top Loser Hari ini
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 10 Maret ditutup di zona hijau meskipun sejumlah saham justru mengalami tekanan. Berdasarkan data perdagangan, IHSG berakhir di level 7.440,91 atau naik 103,54 poin setara 1,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak cukup fluktuatif. Indeks dibuka di level 7.443,05, sempat menyentuh posisi tertinggi 7.499,82 dan terendah 7.372,82 sebelum akhirnya ditutup menguat. Total nilai transaksi pasar mencapai sekitar Rp18,56 triliun dengan volume perdagangan sekitar 357,07 juta lot dan frekuensi transaksi lebih dari 2,01 juta kali.

Meski indeks utama berhasil menguat, sejumlah saham tetap mencatatkan pelemahan dan masuk dalam daftar top loser pada perdagangan hari ini. Beberapa di antaranya berasal dari sektor energi, petrokimia, hingga jasa pendukung migas.

Saham dengan pelemahan terdalam ditempati oleh ENZO atau PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi produk konsumsi. Saham ini ditutup di harga Rp65 per saham setelah turun 3 poin atau sekitar 4,41 persen. Nilai transaksi saham ENZO tercatat sekitar Rp4,07 miliar dengan volume perdagangan mencapai 610,63 ribu saham dan frekuensi transaksi sekitar 3,44 ribu kali.

Di posisi berikutnya terdapat saham TRUS milik PT Trust Finance Indonesia Tbk yang bergerak di sektor pembiayaan. Saham TRUS ditutup di level Rp392 per saham setelah melemah 18 poin atau sekitar 4,39 persen. Aktivitas perdagangan saham ini relatif kecil dengan nilai transaksi sekitar Rp447,60 ribu dan volume 11 ribu saham.

Selanjutnya saham CASH milik PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk yang berada di sektor teknologi keuangan juga mengalami pelemahan. Saham CASH turun 8 poin atau sekitar 4,26 persen sehingga ditutup di harga Rp180 per saham. Total nilai transaksi saham ini mencapai Rp884,59 juta dengan volume perdagangan sekitar 50,16 ribu saham.

Tekanan juga terjadi pada saham ELSA atau PT Elnusa Tbk yang merupakan perusahaan jasa energi dan anak usaha dari PT Pertamina Hulu Energi. Saham ELSA ditutup turun 35 poin atau sekitar 4,17 persen ke level Rp805 per saham. Nilai transaksi saham ELSA tercatat cukup besar yakni sekitar Rp230,64 miliar dengan volume perdagangan mencapai 2,89 juta saham dan frekuensi transaksi lebih dari 31,81 ribu kali.

Saham TPIA atau PT Chandra Asri Pacific Tbk yang bergerak di sektor petrokimia juga masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terbesar. Saham TPIA turun 250 poin atau sekitar 4,17 persen ke posisi Rp5.750 per saham. Total nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp53,07 miliar dengan volume perdagangan sekitar 89,34 ribu saham.

Sementara itu saham SULI milik PT SLJ Global Tbk yang bergerak di sektor industri kehutanan dan produk kayu mengalami penurunan 4 poin atau sekitar 4,00 persen sehingga ditutup di level Rp96 per saham. Nilai transaksi saham SULI tercatat sekitar Rp561,98 juta dengan volume perdagangan 59,21 ribu saham.

Pelemahan berikutnya terjadi pada saham BAIK milik PT Bersama Mencapai Puncak Tbk yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa. Saham BAIK ditutup di harga Rp294 per saham setelah turun 12 poin atau sekitar 3,92 persen. Total nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp520,61 juta dengan volume perdagangan sekitar 17,10 ribu saham.

Saham PGAS atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang merupakan perusahaan energi gas milik negara juga masuk dalam daftar top loser. Saham PGAS turun 80 poin atau sekitar 3,90 persen sehingga ditutup di level Rp1.970 per saham. Nilai transaksi saham ini tercatat sekitar Rp322,53 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,66 juta saham serta frekuensi transaksi sekitar 27,77 ribu kali.

Kemudian saham FOLK milik PT Multi Garam Utama Tbk yang bergerak di sektor industri garam dan bahan baku kimia mengalami penurunan 16 poin atau sekitar 3,83 persen ke posisi Rp402 per saham. Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp2,58 miliar dengan volume perdagangan 64,96 ribu saham.

Daftar saham dengan pelemahan terbesar hari ini ditutup oleh TRJA atau PT Transkon Jaya Tbk yang bergerak di sektor transportasi dan logistik. Saham TRJA ditutup di level Rp126 per saham setelah melemah 5 poin atau sekitar 3,82 persen. Nilai transaksi saham ini tercatat sekitar Rp36,66 juta dengan volume perdagangan sekitar 2,89 ribu saham.

Secara keseluruhan, pergerakan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak selalu diikuti oleh seluruh emiten di pasar. Selain faktor teknikal seperti aksi ambil untung dan rotasi sektor, pelaku pasar juga masih mencermati berbagai sentimen global yang berkembang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait potensi gangguan jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz. Jika eskalasi konflik meningkat dan mempengaruhi lalu lintas minyak dan gas melalui jalur strategis tersebut, kondisi ini berpotensi memicu volatilitas baru di pasar energi dan pasar saham global, termasuk di Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".