KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Pada pembukaan sesi I, indeks naik 67 poin atau 1,07 persen ke level 6.321,96. Penguatan ini melanjutkan reli yang terjadi pada sesi sebelumnya setelah indeks berhasil kembali bergerak di atas area rata-rata pergerakan jangka pendek (MA20).
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 3,31 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp417,72 miliar dari 38,02 ribu kali transaksi.
Meski IHSG bergerak di zona hijau, investor asing masih membukukan aksi jual bersih. Data perdagangan menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp10,26 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp10,36 triliun. Dengan demikian, tercatat net foreign sell sebesar Rp105,86 miliar di seluruh pasar dan Rp107,13 miliar di pasar reguler.
Penguatan indeks pada pagi ini ditopang hampir seluruh sektor yang berada di zona hijau. Sektor infrastruktur menjadi kontributor kenaikan terbesar setelah menguat 1,79 persen. Di posisi berikutnya terdapat sektor bahan baku atau basic industry yang naik 1,64 persen, disusul sektor energi sebesar 1,13 persen.
Sektor keuangan juga mencatat kenaikan 0,89 persen, sementara sektor teknologi bertambah 0,72 persen. Sektor barang konsumsi primer atau non-cyclical naik 0,69 persen dan sektor barang konsumsi non-primer atau cyclical menguat 0,75 persen.
Adapun sektor properti bertambah 0,41 persen, sektor transportasi dan logistik naik 0,37 persen, sektor perindustrian menguat 0,33 persen, sedangkan sektor kesehatan naik tipis 0,16 persen.
Dari jajaran saham penggerak kenaikan atau top gainers, saham PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) memimpin dengan kenaikan 34,34 persen ke level Rp133 per saham. Emiten yang bergerak di sektor teknologi dan layanan digital tersebut menjadi saham dengan apresiasi tertinggi pada pembukaan perdagangan.
Posisi berikutnya ditempati PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang melesat 24,86 persen ke level Rp2.260 per saham. DATA merupakan perusahaan penyedia layanan internet dan infrastruktur telekomunikasi yang termasuk dalam sektor teknologi.
Saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik 24,70 persen ke level Rp1.565 per saham. Perusahaan yang didirikan keluarga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini bergerak di sektor industrial dengan fokus pada rekayasa dan manufaktur konstruksi baja serta infrastruktur.
Selanjutnya, saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) menguat 24,43 persen menjadi Rp550 per saham. Emiten ini beroperasi di sektor properti dan pengembangan kawasan.
Sementara itu, saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 20,72 persen ke level Rp670 per saham. Perseroan bergerak di sektor properti dan perhotelan melalui pengelolaan hotel serta pengembangan aset real estat.
Di sisi lain, saham yang mengalami tekanan terbesar atau top losers dipimpin oleh PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON). Emiten penyedia menara telekomunikasi tersebut turun 5,15 persen ke level Rp2.210 per saham.
Saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) terkoreksi 4,19 persen menjadi Rp183 per saham. Perusahaan ini bergerak di sektor perdagangan dan jasa.
Kemudian saham PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) melemah 3,88 persen ke level Rp124 per saham. Emiten tersebut berfokus pada sektor properti dan pengembangan kawasan hunian.
Saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) turun 3,77 persen menjadi Rp510 per saham. Perseroan merupakan produsen makanan beku dan produk perikanan yang masuk sektor consumer non-cyclical.
Adapun saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) terkoreksi 3,36 persen ke level Rp115 per saham. Emiten ini merupakan perusahaan perbankan yang beroperasi di sektor keuangan.
Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG sebesar 4,12 persen pada perdagangan sebelumnya hingga ke level 6.254 disertai peningkatan volume transaksi menjadi sinyal positif bagi pergerakan indeks.
Menurut MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian gelombang [iv] dari gelombang 3 sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.476 hingga 6.577.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi terbatas ke kisaran 6.136 hingga 6.216. MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di level 5.784 dan 5.594, sementara resistance berada pada level 6.286 dan 6.459. (*)