KABARBURSA.COM – PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menerima aliran dana hampir setengah triliun rupiah dari dua anak usahanya setelah keduanya memutuskan membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, SOHO memperoleh dividen sebesar Rp178,1 miliar dari PT Soho Industri Pharmasi dan Rp309,4 miliar dari PT Parit Padang Global. Dengan demikian, total dividen yang diterima perseroan mencapai Rp487,5 miliar.
Dividen tersebut berasal dari dua entitas yang hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh SOHO. Kepemilikan perseroan di PT Soho Industri Pharmasi mencapai 99,64 persen, sedangkan di PT Parit Padang Global mencapai 99,9999 persen.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 15 Juni 2026, manajemen menjelaskan pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan sirkuler direksi dan dewan komisaris masing-masing anak usaha yang menyetujui pembagian laba tahun buku 2025 kepada para pemegang saham.
PT Soho Industri Pharmasi membagikan dividen tunai total Rp178,75 miliar atau Rp650 juta per saham. Dari jumlah tersebut, bagian yang diterima SOHO mencapai Rp178,1 miliar. Sementara PT Parit Padang Global menetapkan dividen tunai sebesar Rp309,4 miliar atau Rp350 ribu per saham, dengan porsi yang diterima perseroan mencapai Rp309,399 miliar.
Masuknya dividen hampir Rp488 miliar menunjukkan unit bisnis utama grup masih menghasilkan laba dan arus kas yang kuat. Hal ini terlihat terutama dari kontribusi PT Parit Padang Global yang menyumbang lebih dari 63 persen dari total dividen yang diterima induk usaha.
Meski demikian, perseroan menegaskan penerimaan dividen tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Performa Saham SOHO
Di pasar modal, saham SOHO diperdagangkan di level Rp1.185 per saham pada perdagangan Rabu pagi, 17 Juni 2026. Pada sesi berjalan, saham sempat menyentuh level tertinggi Rp1.200 dan terendah Rp1.170 dengan nilai transaksi sekitar Rp44,9 juta.
Dalam jangka pendek, pergerakan saham SOHO masih berada dalam fase koreksi. Secara bulanan harga saham telah turun 30,29 persen, sedangkan dalam tiga bulan terakhir terkoreksi 29,04 persen. Kinerja sejak awal tahun (year to date/YTD) juga masih mencatat penurunan 13,50 persen.
Namun, dalam horizon yang lebih panjang, saham emiten farmasi ini masih membukukan apresiasi. Dalam satu tahun terakhir saham SOHO naik 72,99 persen, sedangkan dalam tiga tahun meningkat 137,95 persen dan dalam lima tahun menguat 109,73 persen.
Dari sisi fundamental, laba bersih SOHO pada kuartal I 2026 mencapai Rp190 miliar, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp133 miliar. Pendapatan perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat Rp2,64 triliun.
Berdasarkan data valuasi, saham SOHO diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 22,89 kali dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp15,04 triliun. Perseroan juga membukukan dividend yield trailing sekitar 6,16 persen.
Kombinasi pertumbuhan laba kuartalan dan aliran dividen dari anak usaha menunjukkan bisnis distribusi farmasi dan kesehatan yang menjadi tulang punggung grup masih mampu menghasilkan keuntungan yang solid, meski harga saham sedang mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.(*)