KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, dengan pergerakan menguat terbatas. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 8,952,58 atau naik 7,77 poin setara 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada sesi awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 8,946,70 dan bergerak fluktuatif dengan kisaran terendah 8,930,58 serta tertinggi 8,952,75. Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai 15,77 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp992,06 miliar, yang melibatkan sekitar 189,42 ribu transaksi di seluruh pasar.
Dari sisi pelaku pasar, investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih di pasar reguler. Data menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp8,95 triliun, sementara jual asing sebesar Rp8,72 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy reguler sekitar Rp229,83 miliar.
Secara keseluruhan di seluruh pasar, net foreign buy tercatat Rp201,16 miliar, meskipun pada segmen tunai dan negosiasi masih terdapat net foreign sell sekitar Rp28,68 miliar. Kondisi ini mencerminkan minat asing yang belum sepenuhnya surut, namun tetap disertai sikap selektif.
Pergerakan IHSG pagi ini juga ditopang oleh kinerja positif mayoritas sektor saham. Sektor kesehatan mencatatkan penguatan tertinggi dengan kenaikan 0,65 persen, disusul sektor energi yang menguat 0,62 persen dan sektor keuangan naik 0,52 persen. Sektor properti turut bergerak positif dengan kenaikan 0,49 persen, sementara sektor industri naik 0,26 persen dan sektor teknologi menguat tipis 0,07 persen. Di sisi lain, tekanan masih membayangi sektor basic industry yang turun 1,12 persen serta sektor transportasi yang melemah 0,67 persen.
Di jajaran saham unggulan penggerak pasar, sejumlah emiten mencatatkan penguatan signifikan. Saham PT Bank Sinarmas Tbk dengan kode saham BSIM, yang bergerak di sektor keuangan, melesat 24,82 persen ke level 1,760 dan menjadi top gainer pagi ini. Saham PT Ifishdeco Tbk berkode IFSH dari sektor pertambangan juga menguat 14,66 persen ke harga 1,330.
Selanjutnya, saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dengan kode OPMS di sektor industri dasar naik 11,19 persen ke level 298. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk berkode ADRO dari sektor energi turut menguat 10,95 persen ke harga 2,230, sementara saham PT Lima Dua Lima Tiga Tbk dengan kode LUCY di sektor barang konsumsi naik 9,87 persen ke level 835.
Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada beberapa saham yang masuk daftar top loser. Saham PT Victoria Care Indonesia Tbk berkode VICI dari sektor barang konsumsi turun 14,62 persen ke level 730. Saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk dengan kode INPC di sektor keuangan melemah 13,73 persen ke harga 264. Saham PT Arthavest Tbk berkode ARTA dari sektor keuangan turun 12,00 persen ke level 3,080. Selanjutnya, saham PT Sumber Mas Konstruksi Tbk dengan kode SMKM di sektor infrastruktur terkoreksi 9,09 persen ke harga 220, dan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk berkode PADI di sektor keuangan turun 6,91 persen ke level 175.
Dari sisi teknikal, analis MNC Sekuritas dalam laporan MNCS Daily Scope Wave menilai bahwa penguatan IHSG yang terjadi saat ini merupakan bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Area target terdekat yang sebelumnya disampaikan telah tercapai, sehingga investor perlu mulai mencermati potensi pergerakan lanjutan IHSG pada rentang 8,994 hingga 9,077. Meski peluang penguatan masih terbuka, pasar juga diimbau untuk mewaspadai potensi koreksi jangka pendek yang diperkirakan dapat menguji area 8,777 hingga 8,879.
MNC Sekuritas menempatkan level support IHSG pada area 8,867 dan 8,776, sementara level resistance berada di kisaran 8,960 dan 8,996. Dalam kondisi pasar yang mulai rawan koreksi namun masih berada dalam tren naik, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham dengan fundamental dan teknikal yang solid.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.