KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan 15-19 Juni 2026 menarik untuk diperhatikan pasar. Indeks berhasil mencatat penguatan mingguan sebesar 2,82 persen dan ditutup di level 6.177,14. Bahkan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga meningkat menjadi Rp10.788 triliun.
Namun, sejumlah indikator aktivitas perdagangan menunjukkan perlambatan. Mulai dari penurunan rata-rata nilai transaksi harian, volume transaksi, hingga frekuensi perdagangan. Penguatan IHSG sepekan ini ternyata lebih banyak didorong oleh akumulasi saham-saham tertentu dibandingkan reli yang merata di seluruh pasar.
Menariknya, penguatan ini terjadi ketika investor asing masih konsisten meninggalkan pasar Indonesia. Pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026 saja, asing membukukan net sell sebesar Rp3,19 triliun.
Secara akumulatif sejak awal tahun, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp68,25 triliun. Jelas, peran investor domestik sangat terasa. Mereka mampu menyerap tekanan jual asing dengan baik.
Ada Peluang Lanjutkan Penguatan
Dari sudut pandang teknikal, posisi IHSG saat ini masih cukup konstruktif. Pada perdagangan Jumat lalu, indeks menguat tipis 0,08 persen ke level 6.177 dengan munculnya volume pembelian.
Sementara pada timeframe mingguan, IHSG masih mencatat kenaikan 2,82 persen dengan dominasi volume beli meskipun intensitasnya mulai mengecil dibanding pekan sebelumnya. Artinya, tren naik masih berlangsung, tetapi mulai memasuki fase konfirmasi lanjutan dari aliran dana baru.
Secara struktur gelombang, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 3 dalam wave (C). Sederhananya, fase ini menggambarkan bahwa indeks masih memiliki peluang melanjutkan penguatan sebelum menyelesaikan siklus kenaikan yang lebih besar.
Selama area support jangka pendek di rentang 6.127 hingga 6.161 mampu dipertahankan, peluang menuju area 6.328 hingga 6.545 masih terbuka. Area tersebut menjadi target yang cukup realistis apabila sentimen global tidak mengalami perubahan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Untuk perdagangan esok hari, fokus utama pelaku pasar kemungkinan akan tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan area 6.160. Jika indeks dibuka melemah namun tetap bertahan di atas rentang support tersebut, maka koreksi yang terjadi berpotensi menjadi pullback sehat sebelum melanjutkan penguatan.
Sebaliknya, apabila tekanan jual membuat indeks turun di bawah 6.127, maka peluang konsolidasi yang lebih dalam akan meningkat dan pasar berpotensi menguji area support berikutnya di sekitar 5.784.
Meski demikian, skenario yang saat ini lebih dominan masih mengarah ke arah positif. Penguatan mingguan yang cukup solid, keberhasilan mempertahankan level psikologis 6.100, serta masih adanya volume pembelian menunjukkan bahwa momentum bullish belum sepenuhnya berakhir.
Dengan demikian, peluang terbesar untuk awal pekan adalah IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi 6.160-6.286 sebelum mencoba melanjutkan penguatan menuju target berikutnya di area 6.328.
Selama tekanan jual asing tidak meningkat secara drastis dan investor domestik tetap aktif melakukan akumulasi, arah tren jangka pendek IHSG masih cenderung mengarah ke atas.(*)