Logo
>

INET Tebus SGI Rp280 Miliar, Setara 65 Persen Ekuitas

Transaksi material ini menjadi bagian dari strategi ekspansi infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Ditulis oleh Syahrianto
INET Tebus SGI Rp280 Miliar, Setara 65 Persen Ekuitas
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) merencanakan akuisisi 60 persen saham PT Sarana Global Indonesia (SGI). (Foto: Dok. INET)

KABARBURSA.COM – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) merencanakan akuisisi 60 persen saham PT Sarana Global Indonesia (SGI) senilai Rp280,4 miliar. 

Nilai transaksi ini setara 65,33 persen dari total ekuitas INET dan masuk kategori transaksi material yang memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Merujuk keterbukaan informasi secara rinci, INET akan mengakuisisi sebanyak 180.000 saham SGI atau setara 60 persen kepemilikan. 

Harga akuisisi ditetapkan sebesar Rp1.557.799 per saham dengan total nilai mencapai Rp280.403.820.000.

Nilai tersebut setara Rp1.459.957 per saham berdasarkan posisi per 31 Desember 2025.

SGI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction (EPC) telekomunikasi. Aktivitas utama mencakup penggelaran kabel bawah laut, perbaikan jaringan, serta layanan pemeliharaan infrastruktur.

Dalam operasionalnya, SGI memiliki entitas anak yang mendukung aktivitas tersebut. Salah satunya memiliki armada kapal untuk penggelaran kabel laut dalam, serta kapal lain untuk instalasi kabel fiber optik di perairan dangkal.

Rencana akuisisi ini menjadi bagian dari strategi ekspansi INET dalam memperkuat infrastruktur jaringan. 

Dengan masuk ke bisnis kabel bawah laut, perusahaan memperluas rantai layanan dari konektivitas hingga pembangunan jaringan fisik.

Manajemen menyampaikan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pembangunan jaringan. 

Selain itu, akuisisi juga membuka peluang perluasan jangkauan bisnis di berbagai wilayah operasional.

Dari sisi pendanaan, transaksi akan didukung oleh fasilitas pinjaman bank. INET memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank JTrust Indonesia Tbk dengan plafon hingga Rp350 miliar.

Fasilitas tersebut memiliki tenor 12 bulan sejak efektif dan digunakan untuk mendukung rencana akuisisi. Struktur pendanaan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat ekspansi anorganik.

Transaksi ini tidak termasuk dalam kategori afiliasi maupun benturan kepentingan. 

Namun, karena nilainya signifikan terhadap ekuitas, perseroan wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPS.

Selain akuisisi SGI, INET sebelumnya juga melakukan sejumlah aksi korporasi lain. Di antaranya penerbitan saham baru melalui HMETD serta akuisisi pada entitas lain di sektor telekomunikasi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.