Logo
>

Ini 10 Saham yang Jadi Parkiran Duit AK Rp1,1 Triliun dalam Sepekan

UBS Sekuritas Indonesia (AK) masuk top broker pekanan dengan net buy Rp478,9 miliar, dengan dana terbesar mengalir ke sini.

Ditulis oleh Syahrianto
Ini 10 Saham yang Jadi Parkiran Duit AK Rp1,1 Triliun dalam Sepekan
Dana AK sebesar Rp1,1 triliun terdistribusi ke 10 saham besar dalam sepekan. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Aktivitas transaksi UBS Sekuritas Indonesia (AK) menonjol sepanjang sepekan terakhir setelah masuk dalam jajaran lima besar broker dengan nilai transaksi tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Merujuk data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, broker ini tercatat berada di posisi kedua, menunjukkan peran signifikan dalam pergerakan dana di pasar.

Data broker activity menunjukkan dana AK terdistribusi ke sejumlah saham berkapitalisasi besar lintas sektor. Nilai pembelian terbesar tercatat pada saham CUAN dengan total Rp511,6 miliar, diikuti volume 3,9 juta lot dan harga rata-rata Rp1.296.

Di sektor perbankan, AK juga terlihat agresif. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dibeli sebesar Rp165,7 miliar dengan volume 374.005 lot di harga rata-rata Rp4.431. 

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat pembelian Rp66,2 miliar dengan 176.371 lot pada harga rata-rata Rp3.760.

Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turut masuk dalam radar dengan nilai pembelian Rp51,9 miliar dan volume 168.539 lot di harga rata-rata Rp3.055. Aksi ini menunjukkan eksposur AK yang cukup besar pada sektor perbankan selama periode tersebut.

Di sektor energi dan komoditas, AK mencatat pembelian pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp52,2 miliar dengan 98.112 lot pada harga rata-rata Rp5.259. 

Sementara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dibeli Rp30,5 miliar dengan volume 26.896 lot di harga rata-rata Rp11.244.

Saham tambang dan alat berat juga masuk daftar. PT United Tractors Tbk (UNTR) dibeli Rp95,1 miliar dengan 31.920 lot pada harga rata-rata Rp29.799. 

Selain itu, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pembelian Rp71,9 miliar dengan volume 118.905 lot di harga rata-rata Rp6.059.

Di luar sektor utama tersebut, AK juga mengalokasikan dana pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp35,2 miliar dengan volume 205.809 lot di harga rata-rata Rp1.948. 

Adapun PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat pembelian Rp34,2 miliar dengan 32.555 lot di harga rata-rata Rp9.557.

Top Broker Sepekan, AK Nomor Dua

Data broker summary mencatat beberapa sekuritas mencatat nilai transaksi signifikan dengan komposisi beli dan jual yang beragam.

Stockbit Sekuritas Digital (XL) memimpin dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,7 triliun. 

Di posisi kedua, UBS Sekuritas Indonesia (AK) membukukan Rp12,7 triliun, diikuti Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp12,2 triliun.

Selanjutnya, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatat nilai transaksi Rp9,5 triliun dengan kecenderungan net sell, sementara Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) mencatat Rp7,7 triliun dengan posisi net buy.

Di antara broker tersebut, AK menjadi salah satu yang mencatatkan akumulasi beli bersih, dengan net buy sebesar Rp478,9 miliar dalam sepekan. 

Aktivitas ini mencerminkan aliran dana yang cukup konsisten masuk melalui broker tersebut.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.