KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 9 Februari 2026, menampilkan dinamika yang kontras antara lonjakan harga dan tekanan jual yang justru dominan sepanjang sesi.
Harga saham SSIA mampu melesat 3,38 persen, meski secara struktur transaksi terlihat jelas bahwa arus jual berlangsung cukup agresif sejak awal perdagangan. Kondisi ini memberi sinyal bahwa kenaikan harga bukan hasil dorongan pasar yang merata, melainkan dipicu oleh aktivitas broker tertentu yang menyerap tekanan jual secara konsisten.
Dari pembacaan broker flow berbasis nilai, tekanan jual paling menonjol datang dari BNI Sekuritas (NI) yang terus mencatatkan arus keluar sejak pembukaan. Kurva NI bergerak turun tajam hingga menembus area minus yang dalam, yang menandakan distribusi berskala besar dan berkelanjutan.
Di sisi lain, EP juga terlihat berada di jalur penjualan bersih dengan kecenderungan melepas saham secara bertahap, mempertebal suplai di pasar reguler. Kombinasi NI dan EP ini menjelaskan mengapa tekanan jual secara agregat terlihat tinggi, bahkan ketika harga justru bergerak naik.
Namun, di balik dominasi jual tersebut, terdapat penyeimbang yang menjadi kunci penggerak harga. Stockbit Sekuritas (XL) tampil sebagai pembeli utama yang paling konsisten sejak awal sesi. Aliran dana XL bergerak naik stabil, dengan akumulasi nilai yang terus bertambah dan relatif tidak terpengaruh oleh fluktuasi intraday.
Pola ini mencerminkan pembelian terencana, bukan sekadar trading jangka sangat pendek. Peran XL inilah yang menjadi jangkar utama pergerakan harga SSIA, menyerap suplai dari NI dan EP tanpa memicu koreksi tajam.
GR juga terlihat ikut menopang pergerakan, meski dengan skala yang lebih moderat dibandingkan XL. Aliran GR cenderung datar hingga positif tipis, menunjukkan partisipasi beli yang selektif. Sementara itu, CGS International (YU) berada di posisi relatif netral cenderung melepas, dengan kontribusi yang tidak dominan namun tetap menambah tekanan di sisi supply.
Volume Jual Lebih Besar
Konfirmasi tambahan datang dari data trade book. Kurva akumulasi transaksi menunjukkan bahwa volume jual secara kumulatif memang lebih besar dibandingkan volume beli. Garis sell bergerak lebih cepat dan berada di atas buy sepanjang sesi.
Namun, jarak antara keduanya tidak melebar secara ekstrem. Artinya, setiap lonjakan jual langsung diimbangi oleh pembelian yang cukup solid. Inilah yang membuat harga tidak runtuh, bahkan mampu bergerak naik secara bertahap.
Rebound atau Technical Bounce
Pergerakan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepanjang hari ini menunjukkan karakter rebound yang masih rapuh dan sarat tarik-menarik antara minat beli lanjutan dan tekanan jual sisa distribusi sebelumnya.
Secara harian, SSIA memang berhasil ditutup menguat 3,38 persen ke level 1.375, sebuah kenaikan yang secara visual tampak sebagai kelanjutan pantulan setelah fase pelemahan yang cukup panjang sejak awal tahun.
Namun jika dibaca lebih dalam dari struktur grafiknya, arah gerak SSIA hari ini lebih tepat dipahami sebagai rebound teknikal yang belum sepenuhnya solid. Harga bergerak naik dari area bawah dengan volume yang tidak meledak, lalu cenderung melambat ketika mendekati zona 1.380–1.400.
Area ini terlihat sebagai wilayah yang cukup sensitif karena sebelumnya menjadi zona distribusi pendek, sehingga setiap kenaikan ke rentang tersebut langsung memancing tekanan jual jangka pendek.
Selama sesi berjalan, SSIA relatif mampu bertahan di atas area 1.350, yang kini berfungsi sebagai titik keseimbangan intraday. Bertahannya harga di atas level ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk membalikkan arah secara agresif.
Namun, di saat yang sama, dorongan naik juga belum cukup kuat untuk membawa harga keluar dari bayang-bayang tren menurun yang masih mendominasi struktur menengahnya.
Jika dilihat dari perspektif tren yang lebih lebar, SSIA masih bergerak dalam kanal turun sejak puncak tahun lalu. Kenaikan hari ini belum mampu mengubah struktur tersebut, melainkan baru mengisi ruang pantulan setelah harga menyentuh area bawah kanal.
Dengan kondisi seperti ini, arah gerak sepanjang hari cenderung sideways menguat terbatas, bukan reli impulsif yang berkelanjutan.
Area paling krusial berada di dua sisi. Di bawah, zona 1.350 menjadi penopang jangka sangat pendek. Selama level ini mampu dipertahankan, rebound masih berpeluang berlanjut meski dengan ritme pelan.
Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun menembus area tersebut, risiko pelemahan lanjutan menuju 1.300 kembali terbuka. Sebaliknya, di sisi atas, rentang 1.400–1.450 merupakan area yang sangat menentukan.
Tanpa kemampuan menembus dan bertahan di atas zona ini, setiap kenaikan SSIA masih berisiko berhenti sebagai technical bounce semata.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.