KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, menunjukkan respons pasar yang sangat kuat setelah manajemen secara terbuka menegaskan tidak adanya keterlibatan jajaran direksi dan pemegang saham pengendali baru dalam perkara lama terkait IPO.
Penegasan tersebut menjadi katalis penting yang mengubah arah sentimen, yang tercermin dari lonjakan harga saham yang agresif dan arus transaksi yang sangat aktif.
Hingga sesi berjalan, saham PIPA diperdagangkan di level 137, menguat 6 poin atau sekitar 4,58 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 131. Namun secara intraday, volatilitasnya jauh lebih ekstrem.
Saham ini dibuka di level 112, sempat menyentuh batas bawah di 112, lalu melesat tajam hingga mencapai level tertinggi 167 sebelum akhirnya mengalami penyesuaian dan bertahan di kisaran 130–140.
Rentang pergerakan yang lebar ini mencerminkan proses re-pricing cepat, di mana pelaku pasar berebut masuk setelah ketidakpastian hukum mulai dijelaskan secara terbuka oleh manajemen.
Dari sisi valuasi transaksi, reli PIPA hari ini ditopang likuiditas yang sangat besar. Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp117,7 miliar dengan volume lebih dari 296 ribu lot dan frekuensi transaksi menembus 50 ribu kali.
Angka ini menandakan bahwa lonjakan harga bukan sekadar pergerakan tipis akibat antrian sempit, melainkan hasil partisipasi pasar yang luas, baik dari pelaku ritel maupun institusional jangka pendek.
Besarnya nilai transaksi ini menunjukkan bahwa pasar secara kolektif sedang menguji ulang valuasi PIPA pasca klarifikasi manajemen.
Struktur orderbook juga memperkuat gambaran tersebut. Di sisi bid, antrian beli terlihat aktif dan menyebar dari area 130 hingga 137, menandakan adanya minat akumulasi di bawah harga pasar.
Sementara di sisi offer, tekanan jual berlapis muncul di rentang 138 hingga 145, mencerminkan aksi ambil untung cepat setelah lonjakan intraday yang tajam. Kondisi ini membuat harga bergerak dinamis, namun tetap bertahan di zona hijau hingga sesi berakhir.
Asing Kumpulkan 103,49 Juta Saham
Dari perspektif aliran dana asing, data menunjukkan dinamika yang menarik. Meski asing mencatatkan penjualan sebesar 91,47 juta saham, pembelian asing justru lebih besar di kisaran 103,49 juta saham. Selisihnya menghasilkan net foreign buy sekitar 12,02 juta saham.
Artinya, di tengah isu sensitif terkait investigasi lama, pelaku asing justru mulai masuk bersih, bukan keluar. Pola ini mengindikasikan bahwa klarifikasi manajemen dan penegasan mengenai putusnya hubungan dengan direksi lama mulai diterima oleh sebagian investor asing sebagai faktor penurun risiko.
Area Gerak PIPA Esok Hari
Dilihat dari struktur grafik harian PIPA, ruang gerak harga untuk perdagangan esok hari cenderung sudah mulai menyempit setelah lonjakan dan proses penyesuaian hari ini.
Kenaikan ke 137 memang menunjukkan respons positif pasar, tetapi secara struktur, harga masih berada di dalam fase konsolidasi lanjutan setelah tren turun menengah, bukan awal tren naik baru.
Area 137 saat ini berfungsi sebagai titik keseimbangan jangka sangat pendek. Level ini menjadi acuan apakah minat beli hari ini cukup kuat untuk dipertahankan atau hanya bersifat reaktif. Selama harga mampu bertahan di atas area 130–132, tekanan jual jangka pendek relatif terkendali.
Rentang ini menjadi support terdekat, sekaligus zona di mana sebelumnya terlihat transaksi padat dan volume mulai menguat.
Di sisi atas, ruang kenaikan esok hari cenderung terbatas dan bertahap. Area 145–150 menjadi zona uji pertama. Ini adalah area supply alami karena berdekatan dengan bekas area distribusi minor pada fase penurunan sebelumnya.
Jika harga bergerak naik mendekati rentang ini, potensi tarik-menarik antara pembeli baru dan pelaku yang ingin keluar di harga lebih tinggi akan kembali terlihat.
Apabila momentum lanjutan cukup kuat dan volume kembali meningkat, batas atas intraday yang realistis berada di kisaran 155–160. Namun, tanpa dorongan volume tambahan, menembus area ini akan cukup berat karena secara struktur grafik, PIPA masih berada di bawah zona supply menengah yang lebih besar di atasnya.
Sebaliknya, jika terjadi tekanan jual lanjutan dan harga gagal bertahan di atas 130, maka area 120–125 berpotensi kembali diuji. Zona ini sebelumnya menjadi area akumulasi pendek dan sering berfungsi sebagai penahan alami saat harga melemah.
Selama harga tidak jatuh kembali ke bawah area tersebut, struktur jangka pendek masih dapat dikategorikan sebagai konsolidasi sehat pasca-rebound, bukan pembalikan turun baru.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.