KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan hari ini, Selasa, 10 Februari 2026. Diketahui per kemarin, indeks ditutup di zona hijau usai naik 1,22 persen ke level 8.031.
MNC Sekuritas menyebut penguatan IHSG kemarin disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan indeks pun masih berada di atas MA200.
Disebutkan, IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level 8.028-8.102 sekaligus menutup gap-nya. Meski begitu, ada yang perlu disoroti oleh investor.
"Namun waspadai akan adanya peluang koreksi ke 7.785-7.904," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
MCN Sekuritas membeberkan support IHSG pada perdagangan hari ini berada di kisaran level 7.712-7.547. Sementara resistance ada di area 8.214-8.354.
MNC Sekuritas pun merekomendasikan empat saham, antara lain ARCI, BBCA, HRUM, dan JPFA. Berikut penjelasan detainya:
1. ARCI - Buy on Weakness
Buy on Weakness: 1.600-1.660
Target Price: 1.745-1.980
Stoploss: below 1.540
2. BBCA - Buy on Weakness
Buy on Weakness: 6.975-7.325
Target Price: 7.750-8.525
Stoploss: below 6.750
3.HRUM - Buy on Weakness
Buy on Weakness: 885-995
Target Price: 1.085-1.190
Stoploss: below 870
4.JPFA - Buy on Weakness
Buy on Weakness: 2.380-2.490
Target Price: 2.670-2.840
Stoploss: below 2.320. (*)
Reformasi Pasar Modal Dimulai
Sebelumnya diberitakan, pemerintah membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal. Pembentukan satgas ini menandai eskalasi isu pasar modal dari ranah teknis regulator menjadi agenda kebijakan lintas kementerian dan lembaga.
Langkah ini diambil menyusul tekanan global dan krisis kepemimpinan di otoritas pasar modal. Dorongan keterlibatan pemerintah pertama kali ditegaskan pada 31 Januari 2026, ketika Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan perlunya reformasi struktural pasar modal.
Dalam konferensi pers tersebut, pemerintah menekankan agenda demutualisasi bursa, peningkatan batas minimum free float, serta pengetatan transparansi kepemilikan manfaat akhir dan afiliasi pemegang saham.
Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan, pemerintah dan OJK memiliki perhatian utama yang sama terhadap integritas pasar modal pasca pengumuman salah satu indeks provider global, Morgan Stanley Capital International, pada akhir Januari 2026.
“Pemerintah dalam hal ini tentu bersama kami di OJK memberi perhatian utama terhadap aspek peningkatan integritas di pasar modal Indonesia,” ujar Hasan, di Gedung BEI, Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.
Hasan menjelaskan, pembentukan Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal merupakan hasil pertemuan koordinasi lintas lembaga yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026.
Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, serta Self Regulatory Organization pasar modal, yakni Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
“Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga menyampaikan dukungan yang penuh terhadap pembentukan satuan tugas lintas pemangku kepentingan,” kata Hasan.
Keanggotaan awal satgas dirancang mencakup Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, OJK, serta SRO pasar modal, dengan kemungkinan melibatkan kementerian lain sesuai kebutuhan reformasi. Hasan menegaskan koordinasi dan kepemimpinan pelaksanaan satgas akan berada di bawah OJK.
“Keanggotaannya diharapkan terdiri dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan juga melibatkan Kemenkum, di samping OJK sendiri dan SRO,” kata Hasan.
Satgas tersebut akan menjadi payung koordinasi bagi delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal, mulai dari peningkatan minimum free float menjadi 15 persen, transparansi Ultimate Beneficial Owner, penguatan data kepemilikan saham, demutualisasi bursa, hingga penegakan hukum terhadap praktik manipulasi harga. (*)