Logo
>

JP Morgan Akumulasi Rp38 Miliar di GGRM, Kasih Strategi Apa?

Akumulasi agresif JP Morgan, volume yang meningkat, dan harga yang kembali di atas MA20 membuat peluang penguatan GGRM masih terbuka.

Ditulis oleh Yunila Wati
JP Morgan Akumulasi Rp38 Miliar di GGRM, Kasih Strategi Apa?
Nilai akumulasi bersih JP Morgan Sekuritas Indonesia selama sepekan mencapai sekitar Rp38 miliar. (Foto: dok GGRM)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dalam sepekan terakhir cukup menarik. Setelah sempat berada dalam tekanan pada awal Juni, saham ini perlahan mulai membangun momentum dan ditutup menguat 5,89 persen ke level 16.625 pada 19 Juni 2026. 

Kenaikan tidak hanya ditopang oleh sentimen teknikal, ada akumulasi yang cukup agresif dari JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK). Berdasarkan data broker flow harian sejak awal pekan, JP Morgan tercatat melakukan pembelian bersih sekitar Rp19,1 miliar pada 15 Juni, Rp153,5 juta pada 17 Juni, Rp492,9 juta pada 18 Juni, dan Rp18,3 miliar pada 19 Juni. 

Jika dijumlahkan, nilai akumulasi bersihnya mencapai sekitar Rp38 miliar, hanya dalam empat hari perdagangan. Nilai tersebut menjadi sangat menarik karena dilakukan ketika harga masih bergerak di area konsolidasi sebelum akhirnya menembus ke atas.

Akumulasi tersebut sejalan dengan perubahan kekuatan permintaan yang mulai terlihat pada perdagangan terakhir. Pada 19 Juni, nilai pembelian mencapai Rp47,5 miliar, lebih besar dibanding nilai penjualan Rp40,8 miliar. 

Permintaan Tebal di Area 16.600-16.775

Kondisi ini membuat harga mampu ditutup mendekati level tertinggi di 16.850. 

Dari sisi order book, antrean beli memang tidak sebesar antrean jual, namun struktur bid menunjukkan lapisan permintaan yang cukup rapat di area 16.600 hingga 16.775. Sementara itu, antrean jual terbesar terkonsentrasi di area 16.900 hingga 17.000. 

Artinya, setiap tekanan jual yang muncul masih mampu diserap pasar, sehingga harga tidak kembali turun ke area 16.500. Inilah faktor yang membuat GGRM mampu bertahan di zona hijau sepanjang pekan.

Dari sisi teknikal, posisi GGRM saat ini relatif lebih sehat dibanding beberapa pekan sebelumnya karena harga sudah kembali berada di atas MA20. Kenaikan yang disertai lonjakan volume juga memperkuat indikasi bahwa minat beli mulai meningkat. 

Skenario Elliott Wave yang memperkirakan GGRM sedang berada pada wave D dari wave (B) dalam pola triangle menunjukkan bahwa saham ini masih berada dalam fase pembentukan sebelum menentukan arah tren yang lebih besar. 

Dalam struktur seperti ini, wave D biasanya masih memiliki ruang kenaikan sebelum memasuki fase konsolidasi berikutnya.

Zona Trading Buy

Untuk perdagangan esok hari, MNC Sekuritas melihat area 16.125-16.575 tetap menjadi zona trading buy yang menarik apabila terjadi koreksi intraday. Selama harga mampu bertahan di atas 16.125, peluang melanjutkan penguatan menuju target 17.125 hingga 17.300 masih terbuka. 

Bahkan, jika tekanan beli dari institusi seperti JP Morgan masih berlanjut, bukan tidak mungkin area resistance psikologis 17.000 dapat ditembus dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu disiplin terhadap batas risiko di bawah 15.750 karena penembusan level tersebut akan mengurangi validitas skenario bullish jangka pendek. 

Dengan kombinasi akumulasi broker besar, volume yang meningkat, serta posisi harga yang sudah kembali di atas MA20, GGRM saat ini menjadi salah satu saham yang menarik untuk dipantau dalam strategi trading jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79