Logo
>

JP Morgan Borong 38.542 Lot Jelang Cum Date, MEDC Semakin Menarik?

MEDC memasuki cum date dividen dengan orderbook yang tetap tebal, asing kembali mencatat net buy, dan broker besar mulai mengoleksi. Apakah ini sinyal akumulasi sebelum babak baru dimulai?

Ditulis oleh Yunila Wati
JP Morgan Borong 38.542 Lot Jelang Cum Date, MEDC Semakin Menarik?
MEDC berhasil mengumpulkan foreign buy sebanyak Rp79,46 miliar, dengan foreign sell berada di Rp61,13 miliar. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Hari ini menjadi periode cum date dividen PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Ditutup dengan kenaikan 1,67 persen dan mengunci posisi di level 1.215, saham MEDC terlihat sedang positif. Apalagi, ada nama broker besar seperti JP Morgan yang terlihat aktif mengakumulasi.

Pada perdagangan Kamis, 11 Juni 1979, saham dibuka di area 1.210 dan sempat menyentuh level tertinggi 1.300 sebelum akhirnya kembali ditutup di 1.215. Kenaikannya memang tidak terlalu spektakuler. Namun, jika melihat nilai transaksi yang mencapai Rp149,06 miliar dengan volume 1,20 juta lot, ada likuiditas yang jauh lebih hidup dibanding beberapa hari sebelumnya.

Yang paling menarik adalah struktur orderbooknya. Di sisi bid, antrean terbesar berada pada level 1.200 dengan sekitar 24.759 lot, disusul level 1.205 sebanyak 14.530 lot dan level 1.210 sebanyak 6.789 lot. 

Artinya, area 1.200 menjadi zona yang ingin dipertahankan oleh pembeli. Di sini, pembeli tidak sekadar mengejar harga, tetapi menunggu saham turun untuk kembali menyerap suplai.

Di sisi offer, tekanan jual terlihat lebih menyebar. Antrean terbesar berada di level 1.250 sebanyak 10.029 lot, kemudian 1.240 sebanyak 8.328 lot dan 1.245 sebanyak 6.576 lot. Artinya, seller mulai muncul, tetapi menghalangi kenaikan harga.

Secara keseluruhan, total antrean bid mencapai 107.140 lot, sedangkan offer berada di 158.504 lot. Secara kuantitas, yang melakukan distribusi memang lebih banyak, tetapi relatif tipis di setiap level sehingga mudah diserap apabila muncul permintaan baru.

Situasi ini semakin menarik ketika melihat aktivitas investor asing.

Dua Hari Asing Gencar Masuk

Kemarin, MEDC berhasil mengumpulkan foreign buy sebanyak Rp79,46 miliar, dengan foreign sell berada di Rp61,13 miliar. Terdapat net foreign buy sekitar Rp18,33 miliar yang cukup signifikan setelah dua hari sebelumnya asing melakukan distribusi dengan net sell Rp7,90 miliar dan Rp10,12 miliar.

Jika dilihat dalam empat hari terakhir, pola asing cukup dinamis. Pada 8 Juni, asing masih melakukan akumulasi sebesar Rp4,71 miliar, lalu berubah menjadi distribusi selama dua hari berturut-turut sebelum akhirnya kembali melakukan pembelian bersih pada perdagangan menjelang cum date dividen.

Perubahan arah ini menjadi sinyal bahwa investor kembali melihat valuasi MEDC sebagai sesuatu yang menarik, terutama setelah harga sempat mengalami koreksi dari area tertinggi intraday.

Yang tidak kalah penting adalah siapa yang berada di balik pembelian tersebut.

JP Morgan Sekuritas Indonesia menjadi salah satu broker yang paling agresif mengoleksi MEDC. Nilai pembeliannya pada perdagangan kemarin mencapai Rp4,7 miliar atau sekitar 38.542 lot pada harga rata-rata 1.231. 

Harga rata-rata tersebut berada di atas harga penutupan 1.215, sehingga dapat diartikan bahwa JP Morgan berani membeli di level yang relatif tinggi dan tidak sekadar memanfaatkan penurunan sesaat.

Kehadiran broker global seperti JP Morgan biasanya menjadi perhatian pelaku pasar karena sering kali mewakili transaksi institusi besar yang memiliki horizon investasi lebih panjang dibanding trader harian. 

Waspadai Dividen Trap dan Strategi Buy on Weakness

Dari sisi teknikal, rekomendasi Buy on Weakness pada area 1.190-1.210 masih relevan. Harga penutupan 1.215 memang sedikit berada di atas area tersebut, tetapi antrean beli tebal di level 1.200 menunjukkan adanya support yang cukup kuat apabila terjadi profit taking setelah cum date.

Target kenaikan menuju 1.290 hingga 1.390 masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut. Sebaliknya, jangan abaikan batas risiko apabila harga turun di bawah 1.155.

Yang juga perlu dipahami adalah fenomena dividend trap. Tidak sedikit investor membeli saham hanya karena mengejar dividen, tetapi melupakan potensi penurunan harga setelah ex date. 

Dalam kasus MEDC, dividen sebesar Rp32,47 per saham memang cukup menarik. Namun, perlu diperhatikan bahwa selama antrean beli di area 1.200 tetap bertahan, asing masih konsisten mencatat pembelian bersih, dan broker besar terus melakukan akumulasi, MEDC masih memiliki peluang untuk menjaga momentum positifnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79