Logo
>

JPFA Raup Laba Rp4 Triliun di 2025, Bisnis Ayam Menguat

Penjualan ayam hidup dan produk olahan menjadi penopang utama pertumbuhan laba bersih JPFA sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
JPFA Raup Laba Rp4 Triliun di 2025, Bisnis Ayam Menguat
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,00 triliun. (Foto: Dok. Japfa)

KABARBURSA.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,00 triliun pada tahun buku 2025. Capaian ini meningkat 32,6 persen dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp3,02 triliun.

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan dan penguatan profitabilitas di sejumlah lini usaha, dengan segmen ayam tetap menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan konsolidasian.

Penjualan neto JPFA pada 2025 tercatat Rp60,71 triliun, naik 8,8 persen dari Rp55,80 triliun pada 2024. Kenaikan pendapatan ini diikuti pertumbuhan laba usaha menjadi Rp6,18 triliun, dibandingkan Rp5,06 triliun pada periode sebelumnya.

Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibanding kenaikan pendapatan menunjukkan perbaikan margin operasional sepanjang tahun 2025.

Secara struktur pendapatan, segmen peternakan komersial atau ayam hidup mencatatkan penjualan Rp24,51 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat 6,4 persen dibandingkan Rp23,03 triliun pada 2024 dan menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan konsolidasian.

Selain ayam hidup, segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan segmen ini mencapai Rp10,65 triliun pada 2025, naik dari Rp8,89 triliun pada 2024 atau tumbuh sekitar 19,7 persen.

Kenaikan pada lini hilir tersebut memperkuat struktur bisnis terintegrasi JPFA, yang mencakup pembibitan unggas, pakan ternak, peternakan komersial, hingga produk olahan.

Segmen pakan ternak membukukan penjualan Rp15,78 triliun pada 2025, meningkat dari Rp14,67 triliun pada 2024. Sementara pembibitan unggas mencatatkan penjualan Rp3,54 triliun, naik dari Rp3,27 triliun pada periode sebelumnya.

Dengan komposisi tersebut, bisnis berbasis unggas menjadi tulang punggung pendapatan dan kinerja laba JPFA sepanjang 2025.

Secara geografis, penjualan domestik masih mendominasi dengan kontribusi Rp59,37 triliun, sedangkan penjualan ekspor sebesar Rp1,33 triliun.

Dengan struktur bisnis berbasis unggas yang terintegrasi, posisi JPFA dalam rantai pasok protein hewani nasional semakin menguat. Kapasitas produksi ayam hidup dan produk olahan yang besar turut menempatkan perusahaan dalam ekosistem penyediaan bahan pangan domestik.

Japfa Mendukung Program MBG

Sebelumnya diberitakan Kabarbursa.com, Japfa Comfeed Indonesia membeberkan prospek terbaru mengenai keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Corporate Financial Controller Japfa, Erwin Djohan mengatakan pihaknya terus mendukung program yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Erwin menyampaikan kontribusi Japfa terhadap program MBG dibagi dua, yakni secara langsung dengan terlibat dalam dapur umum serta secara tidak langsung melalui penyediaan bahan baku. Secara komposisi, peran tidak langsung disebut lebih dominan.

“Artinya kita melihat bahwa memang ada penyerapan lebih banyak yang tidak langsung,” ujar Erwin kepada awak media di Jakarta, Rabu, 3 September 2025.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya Japfa membantu menyediakan bahan baku ketika terdapat slot pasokan yang belum terisi. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam mendukung kelancaran program tersebut.

“Dan kalau memang ada ruang kosong yang mungkin kami bisa isi, itu kami upayakan,” katanya.

Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran program MBG sebesar Rp71 triliun pada 2025 dan merencanakan peningkatan menjadi Rp335 triliun pada 2026. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.