KABARBURSA.COM - PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) melakukan ekspansi pasar dengan pembukaan cabang utama di Gianyar Bali pada sabtu, 19 April 2026.
Direktur Utama Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, mengaku optimistis atas ekspansi perseroan yakni Bali dan minggu depan di Bogor. Menurutnya, ekspansi ini akan memperkuat kehadiran perseroan sebagai bengkel perbaikan kaki-kaki mobil yang terpercaya dan terbesar di Indonesia.
"Tahun ini kami optimis revenue perseroan akan naik antara 25-35 persen dengan Net profit margin yang lebih tinggi yaitu 20 persen hingga 30 persen." ujar Imam dalam pernyataan tertulis dikutip Rabu, 22 April 2026.
Imam menjelaskan, perseroan sedang menjajaki potensi kerjasama dengan industri perbengkelan dari Jepang sebagai follow up kunjungan pada akhir tahun 2025 lalu.
Imam mengklaim pihak Jepang merespon positif dan diharapkan dapat memenuhi undangan saat pembukaan cabang utama di Bogor akhir bulan ini sehingga potensi kerjasama dapat diwujudkan dengan efektif dan efisien.
Secara kinerja, emiten spesialis bengkel kaki-kaki mobil di tahun 2025 mengalami kenaikan pendapatan dua digit di tengah ekspansi aset yang signifikan.
Pasca Penawaran Umum Perdana Saham (IPO), perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp76,84 miliar, tumbuh 33,62 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp57,51 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba kotor Perseroan juga meningkat 19,45 persen menjadi Rp38,17 miliar dari sebelumnya Rp31,95 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak dan pos lainnya, Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,40 miliar atau tumbuh 3,11 persen dari laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp9,12 miliar.
Adapun Laba Per Saham Dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp4,90. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp38,67 miliar atau setara dengan 50,33 persen dari total pendapatan yang menunjukkan manajemen biaya untuk mendukung pertumbuhan pendapatan.
Posisi keuangan Perseroan menunjukkan penguatan modal pada tahun 2025 dengan total aset melonjak 81,79 persen menjadi Rp137,90 miliar. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan aset tetap neto yang mencapai Rp103,40 miliar.
Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan 40,71 persen menjadi Rp26,63 miliar. Total liabilitas naik 20,95 persen menjadi Rp18,07 miliar, sementara total ekuitas tumbuh signifikan sebesar 96,73 persen mencapai Rp119,83 miliar yang dipicu oleh aksi korporasi IPO.
Dengan rasio utang terhadap modal di angka 0,07, jumlah kas dan setara kas yang dimiliki perseroan melebihi total seluruh liabilitasnya.
Berdasarkan data perdagangan dan profil bursa, KAQI mencatatkan sahamnya pada 10 Mar 2025 di Papan Pengembangan dengan Harga IPO Rp118.
Saham IPO yang dilepas sebanyak 450.000.000 lembar dengan jumlah IPO sebesar Rp53 miliar. Pergerakan saham KAQI terpantau fluktuatif di mana sempat mengalami tekanan hingga ke level terendah Rp50, sebelum akhirnya menunjukkan tren pemulihan kembali ke kisaran Rp115 per lembar saham pada April 2026.
Perseroan saat ini memiliki Free Float sebesar 21,68 persen dengan Penjamin Emisi PT RHB Sekuritas Indonesia dan Biro Administrasi PT Sinartama Gunita.
Perusahaan yang berdiri sejak 2017 ini fokus pada bidang usaha perawatan, perbaikan, serta perdagangan suku cadang kaki-kaki kendaraan.(*)