KABARBURSA.COM - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025.
Pembagian dividen dilakukan setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Juni 2026.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Sabtu, 6 Juni 2026, rapat menetapkan dividen tunai sebesar USD45 juta atau setara USD0,0018 per saham.
Corporate Secretary Medco, Siendy K. Wisandana menyampaikan jadwal cum dividen di pasar regular dan negosiasi pada 15 Juni 2026 serta ex dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 17 Juni 2026.
Sementara itu, cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 18 Juni 2026 dan ex dividen di pasar tunai sehari setelahnya atau tepatnya 19 Juni 2026.
Adapun daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen akan ditetapkan pada 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 3 Juli 2026.
Sebelum dividen final yang akan dibayarkan tahun ini, Medco sebelumnya telah menyalurkan dividen interim sebesar USD42 juta atau USD0,0017 per saham.
Pembagian dividen tersebut didasarkan pada kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. Seperti diberitakan sebelumnya, Medco mencatatkan laba bersih sebesar USD101 juta pada 2025, turun dibandingkan USD367 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan terjadi di tengah tekanan harga komoditas dan kontribusi yang lebih rendah dari sejumlah aset.
Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyampaikan kinerja 2025 tetap mencerminkan fondasi operasional yang terjaga.
“Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025 dan tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.
CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menambahkan bahwa kinerja operasional tetap sesuai target meski laba menurun. “Kami membukukan kinerja yang kuat dengan pencapaian produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd serta penjualan listrik 4.371 GWh,” kata dia.
Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, serta biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga. Selain itu, pelemahan harga minyak dan gas juga menjadi faktor yang menekan kinerja.
Harga minyak rata-rata tercatat turun sekitar 15 persen menjadi USD67 per barel dari USD78 per barel pada 2024. Sementara harga gas melemah menjadi USD6,8 per mmbtu dari USD7,0 per mmbtu pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, EBITDA tetap stabil di level USD1,26 miliar atau setara dengan capaian tahun sebelumnya. Stabilitas ini ditopang oleh kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah tekanan harga energi global.
Produksi minyak dan gas MedcoEnergi meningkat menjadi 156 mboepd, didorong oleh produksi dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B serta kinerja aset di Oman. Perseroan juga mencatatkan produksi akhir tahun di atas 170 mboepd. (*)