KABARBURSA.COM - Sejumlah anggota komisaris dan direksi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tercatat melakykan transaksi saham dalam periode akhir Januari 2026.
Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Komisaris Utama TOWR, Kenny Harjo tertanggal 28 Januari 2026, melaporkan penurunan kepemilikan saham dari sebelumnya 8,54 juta saham menjadi 1,59 juta saham.
Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme penjualan tidak langsung sebanyak 6,9 juta saham pada harga Rp546 dengan tujuan divestasi. Setelah transaksi, porsi hak suara Kenny turun dari 0,0144 persen menjadi 0,0026 persen.
Pada hari yang sama, Komisaris TOWR lainnya Ario Wibisono juga melaporkan pengurangan kepemilikan saham TOWR. Jumlah saham yang dimiliki turun dari 250,19 juta saham menjadi 243,24 juta saham.
Pada hari tersebut, Ario menjual 6,9 juta saham di harga Rp546 per saham, dengan tujuan divestasi. Porsi hak suara ia mengalami penyesuaian dari 0,4233 persen menjadi 0,4115 persen
Dari jajaran direksi, Direktur TOWR, Eko Santoso Hadiprodjo melaporkan penurunan kepemilikan saham yang cukup signifikan. Kepemilikan sahamnya berkurang dari 39,6 juta saham menjadi 10,63 juta saham setelah transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28,97 juta saham pada 28 Januari 2026.
Harga transaksi juga tercatat di level Rp546 per saham. Setelah transaksi, hak suara Eko turun dari 0,067 persen menjadi 0,018 persen
Pola serupa juga terlihat pada Direktur TOWR lainnya yakni Anita Anwar. Kepemilikan sahamnya menyusut dari 27,51 juta saham menjadi 5,12 juta saham, setelah penjualan tidak langsung sebanyak 22,38 juta saham pada harga yang sama, Rp546 per saham. Hak suara yang dimiliki Anita Anwar turun dari 0,046 persen menjadi 0,008 persen
Tak sampai di situ, Direktur TOWR, Indra Gunawan juga melaporkan penurunan kepemilikan saham dari 36,77 juta saham menjadi 7,80 juta saham. Transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28,97 juta saham dilakukan pada 28 Januari 2026 dengan harga Rp546 per saham, sehingga porsi hak suara turun dari 0,062 persen menjadi 0,013 persen. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.